top of page

Kisah Cinta Dua Dunia Sudhana dan Manohara

Kisah cinta dua dunia antara Sudhana dan Manohara dalam relief di dinding Candi Borobudur. Di balik kisah itu menyimpan ajaran Tantrayana.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kinnara dan Kinnari menjaga Pohon Kalpataru, Pohon Kehidupan, di relief Candi Wisnu, Prambanan. (Vladimirix/Shutterstock).

  • 10 Apr 2021
  • 4 menit membaca

Pada suatu masa hiduplah Sudhana, putra mahkota Pancala Utara, tanah makmur di mana ayahnyamemerintah dengan penuh kebajikan. Saat sedang berburu,dia melihat kinnari, manusia setengah burung, bernama Manohara yang ditangkap pemburu saat sedang mandi di danau. Dia jatuh cinta pada Manohara.


Sudhana memberikanhadiah yang mahal kepada pemburu untuk mendapatkan Manohara. Dia kemudian menikahinya.Manohara memberikan permata kekuatan di dahinyakepada Sudhana. Pertanda Manohara menyerahkan diri sepenuhnya kepada suaminya.


Suatu hari, dua brahmana datang ke Pancala Utara. Brahmana pertama ingin menjadi imam bagi raja yang sedang bertakhta. Sementara brahmana kedua dijanjikan Sudhana akan menjadi imam kerajaan ketika dia duduk di singgasana.


Mengetahui hal itu, brahmana pertama berusaha melenyapkan Sudhana. Dia membujuk raja untuk menugaskan Sudhana meredam pemberontakan.


Baca juga: Kisah Naga di Jawa


Sudhana memberikan permata Manohara kepada ibunya. Dia meminta ibunya menjaga istrinya selama dia tidak ada. 


Sudhana berhasil mengalahkan para pemberontak dengan bantuan pasukan raksasa hutan. Pada malam yang sama, ayahnya bermimpi. Dia meminta pendeta menafsirkannya.


Pendeta itu mengetahui bahwa mimpi raja merupakan pertanda kemenangan Sudhana. Namun, dia mengatakan kepada raja bahwa mimpi itu pertanda bencana akan datang. Bencana bisa dicegah hanya dengan mengorbankan seorang kinnari


“Raja menolak, tetapi pada akhirnya menyetujui permintaan tersebut,” tulis John N. Miksic, arkeolog National University of Singapore, dalam Borobudur: Golden Tales of the Buddhas. 

Mengetahui menantunya dalam bahaya, ratu menyuruhnya pergi. Dia kembalikan permata Manohara agar kinnari itu bisa terbang kembali ke kampung halamannya. 


Manohara tak ingin pergi begitu saja meninggalkan Sudhana. Dia pun mampir ke rumah rsi di tepi danau. Dia menitipkan cincin bagi Sudhana dan memberi tahu bagaimana cara bisa menemukanya di negeri Kinnara dan Kinnari.



Sudhana pulang membawa kemenangan,namun Manohara telah kembali ke istana ayahanya, Raja Kinnara. Dia lalu mendatangi kediaman rsi. Dia diberi cincin dan cara mencapai Kerajaan Kinnara.


Sudhana meminta izin pada Raja Kinnara agar bisa kembali tinggal bersamaManohara. Setelah melewati serangkaian ujian, hubungan mereka direstui. Pasangan itu pun kembali bersatu.


Kisah cinta dua dunia antara Sudhana dan Manohara tersua dalam relief Avadana di dinding Candi Borobudur. Dua dunia karena Sudhana adalah manusia sementara Manohara adalah kinnari yang menghuni khayangan.


“Meski di dalam relief, Manohara digambarkan sepenuhnya berbadan manusia,” tulis Miksic.


Kisah Paling Terkenal

Dalam mitologinya, kinnari diperlakukan sebagai makhluk setengah dewa. Ia kerap muncul pada relief candi, baik yang berlatar Buddha seperti di Borobudur, Sewu, Mendut, maupun Hindu seperti Prambanan.


Penampilannya dalam relief agak mencolok. Berbeda dengan penggambaran Manohara, kinnari lebih sering berwujud perempuan cantik dari kepala sampai pinggang, dan bagian tubuh ke bawahnya berwujud burung. Kinnari biasanya dilukiskan berpasangan dengan kinnara, wujudnya yang laki-laki. Mereka pandai bersyair, memainkan alat musik, dan menari. 


Mitologi kinnara-kinnari dikenal pula di wilayah Asia Tenggara. Khususnya yang mendapat pengaruh Hindu dan Buddha, seperti Thailand, Kamboja, dan Myanmar. 


Di Candi Borobudur, kisah Putri Manohara bisa ditemukan di deretan cerita Avadana di tingkat tiga, pada relief dinding candi lorong pertama. “Avadana adalah kisah Buddha yang terkenal, termasuk tentang Putri Manohara,” tulis sejarawan Peter Levenda dalam Tantric Temples: Eros and Magic in Java.


Manohara di Candi Borobudur. (borobudurpedia.id).
Manohara di Candi Borobudur. (borobudurpedia.id).

Praktik Tantra

Dalam kesusaatraan India, kisah tentang seorang pangeran yang kehilangan putri dan kemudian menemukannya kembali adalah gagasan yang akrab. Contoh yang paling terkenal adalah Ramayana. Ceritanya tentang Rama yang istrinya, Sita diculik oleh Rahwana, tapi kemudian merebutnya kembali dengan mengalahkan sang raksasa. 


“Pernikahan Sudhana dengan seorang kinnari mungkin menunjukkan pesan Tantra yang lebih dalam,” tulis Levenda. 



Levenda menjelaskan dalam kisah Avadana, Sudhana melakukan pencarian untuk menemukan dan membawa kembali istrinya. Dia menyoroti, dalam kisah Manohara dan Sudhana rumah Manohara disebutkan berada di Kailasa, gunung suci Buddha Tibet dan Hindu Tantra yang terkenal.


“Bagi umat Hindu, Gunung Kailasa adalah tempat tinggal Siwa dan Parvati,” tulis Levenda.

Di gunung itulah Sudhana melakukan dan menemukan pencariannya, yakni Manohara. Lalu dia bawa pulang setelah melalui serangkaian ujian. 


“Seorang lelaki dan istri yang dipisahkan kemudian bersatu kembali. Istri adalah makhluk spiritual, yang tinggal di kerajaan ajaib dan dengan demikian dapat diartikan sebagai sumber kekuatan spiritual, shakti,” jelas Levenda. 


Menurut Levenda, pertemuan kembali Sudhana dan Manoharamewakili ide penyatuan bumi dan langit, duniawi dan ilahi. Kisah Avadana tentang Sudhana dan Manohara dapat diartikan sebagai pendekatan dualis terhadap penyatuan spiritual. 



Kisah Sudhana setelah di Avada masih berlanjut di kisah Gandabvyuha. Dalam kisah Gandavyuha, Sudhana sekali lagi menjalankan misi suci. Bedanya, kali ini untuk pencerahan pribadinya. 


Selama perjalanan pencarian ini, Sudhana mengunjungi 52 orang bijak dan suci. Ia mengumpulkan pelajaran penting dari masing-masing guru spiritualnya, hingga akhirnya dia menyadari bahwa rahasia pencerahan ada di dalam dirinya selama ini.


“Sudhana, oleh karena itu, menjadi wakil untuk kemanusiaan secara umum, sarana untuk menunjukkan pencarian spiritual Buddha yang keras dan dengan praktik Tantra yang berkaitan dengan keseimbangan aspek kesadaran laki-laki dan perempuan,” jelas Levenda. 



Beberapa waktu yang lampau, kata arkeolog Bambang Sulistya dalam “Pengaruh Tantrayana di Kawasan Nusantara” yang terbit dalam Berkala Arkeologi Vol. 6 No. 2 (1985),keberadaan Tantrayana di Borobudur masih menjadi bahan perdebatan.


Di antara ahli yang membahasnya adalah Noerhadi Magetsari, arkeolog Universitas Indonesia, dalam disertasi berjudul “Candi Borobudur Rekonstruksi Agama dan Filsafatnya” pada 1997. Dia menempatkan Tantrayana dalam kaitannya dengan ajaran keagamaan yang terdapat di Candi Borobudur.  


Berdasarkan kajian terhadap kitab Sang Hyang Kamahayanikan (SHK), Noerhadi menjelaskan bahwa Candi Borobudur menunjukkan tahap perkembangan pengalaman seorang Yogin yang sejalan dengan uraian ajaran yang terangkum dalam SHK. Ajaran Paramita atau kebajikan diwujudkan melalui relief-relief Lalitavistara, Avadana, dan Jataka. Aliran Yogacara diwujudkan oleh relief Gandavyuha dan Badrawati.


Sementara unsur Tantrayana diwujudkan dalam arca-arca Panca Tathagata. Melalui penempatan arca-arca yang memagari semua relief, Noerhadi pun menyimpulkan, Candi Borobudur sama dengan SHK, lebih menitikberatkan pada ajaran Tantrayana.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Penelitian terbaru arkeolog menemukan bukti emoji tersenyum tertua pada guci berusia 3.700 tahun.
Penelitian terbaru arkeolog menemukan bukti emoji tersenyum tertua pada guci berusia 3.700 tahun.
Sapi yang disucikan tercemar ketika masuk ranah politik menjadi politik dagang sapi.
Sapi yang disucikan tercemar ketika masuk ranah politik menjadi politik dagang sapi.
Sebanyak 66 nyawa melayang dalam tragedi di Stadion Ibrox 50 tahun silam. Akibat pandemi, peringatan 50 tahunnya bakal digelar secara terbatas.
Sebanyak 66 nyawa melayang dalam tragedi di Stadion Ibrox 50 tahun silam. Akibat pandemi, peringatan 50 tahunnya bakal digelar secara terbatas.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
transparant.png
bottom of page