- 27 Des 2022
- 7 menit membaca
Diperbarui: 5 Mar
KETIKA Gunung Krakatau meletus pada 1883, dunia terpana dan para orientalis di Eropa khawatir peristiwa ini akan ditafsirkan sebagai “sinyal Allah” yang bisa menyulut pergolakan muslim di pelosok dunia, juga di Nusantara. Pemerintah Belanda resah: bagaimana cara mengetahui “rahasia Islam”?
Johan Kruyt, konsul Belanda di Jeddah, menemukan tulisan Snouck Hurgronje di koran Java Bode. Ia kagum. Tak salah lagi, pikir Kruyt, Snouck-lah orang yang dicarinya untuk mengamati kehidupan jemaah haji di Makkah dan memberi saran-saran politik.
Dikirimlah Snouck, doktor bahasa dan sastra oriental berusia 28 tahun, ke Makkah –kota yang haram bagi “kafir” kecuali bila menjadi muslim dengan disunat terlebih dulu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












