- 7 Feb 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Jun
TAHUN 1970 menjadi tahun yang menggembirakan buat Subagyo Hadi Siswoyo, yang biasa dipanggil Subagyo H.S., dan Luhut Binsar Pandjaitan. Di tahun itulah keduanya berhasil lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Keduanya kemudian masuk Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), yang berbaret merah dan kini dikenal sebagai Kopassus. Karier keduanya cukup baik. Setelah sebelas tahun berdinas, pada 1981 keduanya sudah berpangkat mayor.
Subagyo dan Luhut pada awal 1981 hendak dikirim ke Jerman Barat untuk belajar anti-teror. Mereka akan belajar kepada pasukan Grenzschutzgruppe 9 (GSG 9), polisi perbatasan yang terlibat dalam upaya melawan kelompok Black September yang mengacau Olimpiade Munich 1972. Selain keduanya, ada pula junior mereka di Kopassandha yang baru lulus Akabri pada 1974, yakni Kapten Prabowo Subianto.
Serangkaian tes lalu diikuti ketiganya. Setelah itu, akhirnya diputuskan Subagyo tidak diikutkan dalam pelatihan tersebut. “Terus terang, kepergian dua rekan tadi sempat membuat saya down, kecewa,” aku Subagyo H.S. yang –ingin sekali belajar di sana– dalam biografinya, Subagyo HS KSAD Dari Piyungan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















