top of page

Kisah Sang Pematung Jenderal Soedirman di Usia Senja

Mengunjungi Azmir Azhari, sosok di balik berdirinya patung Jenderal Soedirman di Purbalingga hingga patung Pesut Mahakam di Samarinda.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 11 Apr 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul 2025

Indonesia memiliki banyak sekolah atau kampus seni di berbagai daerah yang sudah berdiri sejak lama. Banyak alumnusnya mewarnai sejarah seni Indonesia. Salah satunya Azmir Azhari, seniman patung realis, kelahiran 1953 di Payakumbuh, Sumatera Barat. Pria yang memiliki puluhan kucing ini dikenal karena patung-patung figur tokoh terkenal seperti Jenderal Soedirman di Purbalingga hingga patung Taufik Kiemas.


Azmir saat menggambar tokoh Inggit Garnasih di halaman rumahnya. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir saat menggambar tokoh Inggit Garnasih di halaman rumahnya. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir saat menggambar tokoh Inggit Garnasih di halaman rumahnya. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir saat menggambar tokoh Inggit Garnasih di halaman rumahnya. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir tertarik dengan dunia seni sejak kecil. “Saya sejak SD sudah suka melukis, hingga kalau melihat gundukan tanah liat saya bikin patung, hingga lulus SMA tahun 1973 saya kuliah di ASRI di Yogyakarta sekarang namanya ISI, Awalnya saya ambil jurusan seni Lukis,” katanya.


Ada satu hal yang mengubah jalan hidup Azmir dari melukis menjadi pematung. Pertemuannya dengan Edhi Sunarso, dosennya sekaligus pematung yang membuat monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.



Foto Azmir Azhari saat masih membuka galeri di Pasar Seni Ancol. (Fernando Randy/Historia.id).
Foto Azmir Azhari saat masih membuka galeri di Pasar Seni Ancol. (Fernando Randy/Historia.id).

Foto Patung Jenderal Soedirman karya Azmir yang berdiri tegak di kota Purbalingga. (Fernando Randy/Historia.id).
Foto Patung Jenderal Soedirman karya Azmir yang berdiri tegak di kota Purbalingga. (Fernando Randy/Historia.id).

“Saat itu saya melukis di depan kampus seni patung karena banyak objek-objek yang menarik, ternyata saat itu saya diperhatikan oleh Empu Ageng Edhi Sunarso, pematung legendaris kesayangan Bung Karno, lalu beliau melihat sketsa saya dan mengatakan 'wah ini cocoknya seni patung ini' dan sejak itu saya pindah ke jurusan seni patung," lanjut Azmir.



Azmir saat menyelesaikan salah satu patung pesanan di halaman rumahnya kawasan Bekasi. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir saat menyelesaikan salah satu patung pesanan di halaman rumahnya kawasan Bekasi. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir Azhari pun bulat memutuskan menjadi pematung. Berbekal bakat dan pengalaman bekerja bersama Edhi Sunarso, capaian Azmir pun melesat. Berbagai patung beragam bentuk dan ukuran dikerjakannya.



“Ya tentu saja berbagai patung berkesannya, salah satunya adalah patung Jenderal Soedirman di Purbalingga, namun sayang bahannya kurang baik karena dana dari pemda minim, lalu ada juga patung Pesut Mahakam di Samarinda, patung Knalpot, patung Lempar Cakram, serta patung Dokter Goeteng yang semuanya juga ada di kota Purbalingga,” kata Azmir.


Foto patung Pesut Mahakam karya Azmir di Samarinda. (Fernando Randy/Historia.id).
Foto patung Pesut Mahakam karya Azmir di Samarinda. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir berpose bersama salah satu kucing kesayangannya. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir berpose bersama salah satu kucing kesayangannya. (Fernando Randy/Historia.id).

Meski dedikasinya pada karya sudah sepenuh hati, apresiasi yang dia terima masih jauh dari kata pantas. Azmir pun masih jauh dari kata cukup. Bahkan, dia sudah berpindah tempat tinggal hingga dua kali. Keadaan ini tambah berat dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Hal itu berimbas pada berbagai proyek karya patungnya yang urung rampung hingga kini, salah satunya adalah patung almarhum Didi Kempot.


“Ya untuk saat ini terpaksa saya hentikan dulu patung Didi Kempot karena berbagai hal dan pandemi yang belum selesai. Tapi suatu saat saya berharap patung ini bisa berdiri tegak sebagai penghargaan atas jasanya bagi musik Indonesia," kata pria yang sempat mempunyai galeri di Pasar Seni Ancol ini.



Azmir bermain bersama puluhan kucing miliknya. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir bermain bersama puluhan kucing miliknya. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir saat mengerjakan patung Didi Kempot. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir saat mengerjakan patung Didi Kempot. (Fernando Randy/Historia.id).

Peralatan untuk membuat patung yang digunakan Azmir untuk berkarya. (Fernando Randy/Historia.id).
Peralatan untuk membuat patung yang digunakan Azmir untuk berkarya. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir mengerjakan patung Didi Kempot. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir mengerjakan patung Didi Kempot. (Fernando Randy/Historia.id).

Walau kini kehidupan Azmir belum membaik, ada hal yang tetap bisa menjadi pembelajaran bagi para seniman muda di masa kini, yaitu semangat dan energi dalam berkarya dalam kondisi sesulit apapun. Menjelang Hari Seni Sedunia pada 15 April mendatang Azmir pun memberikan nasihat kepada para anak muda yang ingin menekuni bidang seni. 


“Ya jadikanlah karya seni patung kita sebagai misi kebudayaan yang bukan hanya mempunyai estetika tapi juga makna yang mendalam, karena seni adalah realita kehidupan sesungguhnya,” tutupnya.



Azmir bersama salah satu patung karyanya. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir bersama salah satu patung karyanya. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir banyak membaca buku untuk mencari inspirasi dalam mematung. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir banyak membaca buku untuk mencari inspirasi dalam mematung. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir dan istrinya, Asih, usai melihat tanaman di halaman rumah mereka. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir dan istrinya, Asih, usai melihat tanaman di halaman rumah mereka. (Fernando Randy/Historia.id).

Azmir mengerjakan patung Didi Kempot di halaman rumahnya. (Fernando Randy/Historia.id).
Azmir mengerjakan patung Didi Kempot di halaman rumahnya. (Fernando Randy/Historia.id).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pernah menjadi wartawan perang dan penerjemah dalam momen-momen penting sejarah dunia, Sosrokartono yang menguasai banyak bahasa menutup hidup dengan ilmu kebatinan.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
transparant.png
bottom of page