top of page

Kisah Pematung Jenderal Soedirman di Usia Senja

Mengunjungi Azmir Azhari, sosok di balik berdirinya patung Jenderal Soedirman di Purbalingga hingga patung Pesut Mahakam di Samarinda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Azmir Azhari berpose bersama salah satu patung hasil karyanya. (Fernando Randy/Historia.ID).

11 Apr 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Mei

INDONESIA memiliki banyak sekolah atau kampus seni di berbagai daerah yang sudah berdiri sejak lama. Banyak alumnusnya mewarnai sejarah seni Indonesia. Salah satunya Azmir Azhari, seniman patung realis, kelahiran 1953 di Payakumbuh, Sumatra Barat.


Pria yang memiliki puluhan kucing ini dikenal karena patung-patung figur tokoh terkenal seperti Jenderal Soedirman di Purbalingga hingga patung Taufik Kiemas.


Azmir tertarik dengan dunia seni sejak kecil. “Saya sejak SD sudah suka melukis, hingga kalau melihat gundukan tanah liat saya bikin patung, hingga lulus SMA tahun 1973 saya kuliah di ASRI di Yogyakarta sekarang namanya ISI, Awalnya saya ambil jurusan seni Lukis,” katanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page