- 16 Nov 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 19 Agu
PRASETYO Nur Mujahid membuka koleksi album foto keluarganya. Sekilas, tidak ada yang berbeda dari Satya –pangilan akrabnya– dengan orang-orang Indonesia kebanyakan. Namun, foto-foto sang kakek mengingatkan kembali Satya akan asal-usul dirinya.
“Sejak kecil saya tahu, saya memiliki garis keturunan Jepang dari ayah. Kakek saya adalah bekas tentara Jepang yang kemudian beralih profesi menjadi seorang fotografer dan memiliki studio foto di Bengkulu,” kata Satya dalam dokumentaria Serdadu yang Tak Kembali: Kisah Sebuah Pilihan, kolaborasi antara Historia.ID dengan Yayasan Warga Persahabatan.
Darah Jepang pada diri Satya berasal dari kakeknya, Masashi Hara. Sayangnya, Satya tidak tahu persis seperti apa kiprah sang kakek. Masashi Hara meninggal pada 1982, bahkan sebelum Supratman Hara dan Agustia Widiastuti –ayah dan ibu Satya– menikah. Jejak memori Satya dengan kakeknya makin terputus ketika Supratman Hara meninggal ketika Satya masih berusia sembilan tahun. Pengetahuan yang serba terbatas itulah yang menuntun Satya mencari tuturan sejarah tentang kakeknya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















