top of page

Kolega Sang Panglima Mandala

Kisah perkoncoan Soeharto dengan anak buahnya dalam operasi pembebasan Irian Barat. Ada yang langgeng, ada yang ditendang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Soeharto dan para perwiranya di Komando Mandala. Ilustrasi: Gun Gun Gunadi/Historia.

  • 9 Sep 2018
  • 3 menit membaca

Amir Machmud merupakan salah satu perwira Soeharto yang paling diandalkan. Ketika kampanye pembebasan Irian Barat berlangsung, Amir Machmud menjabat Kepala Staf Gabungan II yang membidangi urusan operasi. Soeharto sendiri adalah panglimanya di Komando Mandala. 


Apalagi saat persiapan Operasi Jayawijaya. Amir sering mendampingi Soeharto mengadakan peninjauan ke berbagai pos-pos penting. Pada kesempatan itulah, Amir makin mengenal watak Soeharto. Menurut Amir, meski pendiam, Soeharto adalah seorang konseptor ulung.


“Pembawaannya sederhana tetapi selalu serius,” kenang Amir dalam Otobiografi H. Amir Machmud: Prajurit Pejuang.


Kalau ada hari-hari libur, kebanyakan perwira mengadakan piknik, rekreasi, dan lain-lain. Namun Amir menyaksikan Soeharto selalu berdiam di markasnya. Soeharto juga punya kebiasaan bertirakat,  terutama menjelang suatu tindakan yang penting.


“Pada saat-saat itu seharian ia tak makan dan minum,” kata Amir. Kelak di kemudian hari, Amir menjadi orang dekat Soeharto ketika si panglima Mandala ini naik takhta kepresidenan. 


Klik Perwira


Menjadi panglima Komando Mandala barangkali kiprah paling membanggakan dalam karier ketentaraan Soeharto. Tapi sang jenderal tak bekerja sendirian. Soeharto dalam otobiografinya menyebutkan beberapa nama yang membantunya menyusun operasi militer.  


“Wakil saya dalam melaksanakan tugas ini, sebagai Wakil Panglima adalah Kolonel (L) Soebono dan Kolonel (U) Leo Wattimena, dan Kepala Staf kami adalah Kolonel (Inf.) A. Tahir,” ujar Soeharto kepada Ramadhan K.H dalam Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.


Selama bertugas di markas Mandala, di Makassar, Soeharto menampilkan kepemimpinan yang sama sebagaimana dirinya mengasuh Divisi Diponegoro. Gaya ini, menurut sejarawan Robert Elson dicirikan oleh kelompok perwira komplotan “ala klik” di sekeliling Soeharto. Untuk membentuk kesetiaan diantara pasukannya, Soeharto sangat memperhatikan kebutuhan mereka.


“Mereka merespon Soeharto dengan sangat loyal dan penuh hormat,” tulis Elson dalam Suharto: Sebuah Biografi Politik.


Sosok utama dari kelompok perwira Soeharto adalah Kolonel Soedomo yang ditunjuk sebagai Panglima AL Mandala. Dari kubu AD, tersebutlah Brigjen Rukman dan Kolonel Amir Machmud. Rukman, mantan rekan Soeharto di Sekolah Staf Komando AD (SSKAD) dipercayakan memimpin operasi pendaratan dalam rencana invasi bersandi “Jayawijaya”.


Selain Rukman dan Amir, beberapa nama lain yang patut diperhitungkan ialah Letkol Ali Moertopo, Mayor Untung Sjamsuri, dan Mayor Benny Moerdani. Ali dan Untung merupakan anak buah Soeharto sewaktu di Divisi Diponegoro. Sementara Benny, prajurit komando dari satuan RPKAD (kini Kopassus). Ketiganya perwira menengah yang kebanyakan bekerja di lapangan tempur.


Ali Moertopo bertugas mengembangkan kemampuan Komando Mandala di bidang intelijen dan operasi penyusupan. Untung Sjamsuri adalah komandan batalion dari satuan Banteng Raiders yang diterjunkan ke kota Sorong. Dia bergerilya dalam Operasi Srigala. Seperti Untung, Benny pun memimpin pasukannya menembus rimba di Merauke dalam Operasi Naga.


Dalam misi infiltrasinya, Untung dan Benny pernah hampir mati lantaran tertawan oleh tentara Belanda. Setelah kampanye berakhir, pengorbanan mereka menyabung nyawa diganjar penghargaan. “Benny dan Untung sama-sama penerima Bintang Sakti, tanda kehormatan tertinggi bagi seorang anggota ABRI,” tulis Julius Pour dalam Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan, & Petualang.


Nasib Para Kolega


Misi Irian Barat akhirnya dimenangkan. Komando Mandala lantas dibubarkan. Dari semua perwira klik Soeharto, tak semuanya bernasib sama. Ada yang bersimpang jalan karena perkara politis. Ada pula yang tetap membina hubungan patron-klien, terlebih ketika Soeharto berkuasa.


Soebono dan Tahir relatif aman. Pada 1973, Soebono menjadi orang nomor satu di matranya sebagai Kepala Staf AL. Tahir sempat diangkat menjadi Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi dan kemudian berkhidmat sebagai ketua umum Legiun Veteran. Pun demikian dengan Amir Machmud yang dipercaya Soeharto menjabat Menteri Dalam Negeri selama tiga periode.


Soedomo barangkali yang paling langgeng mendampingi Soeharto. Antara 1969--1973, Soedomo berjaya menjadi KSAL. Ketika diangkat menjadi Panglima Kopkamtib (1978--1983), Soedomo membantu Soeharto menggebuk mereka yang oposisi terhadap Orde Baru. Soedomo menduduki sejumlah posisi penting lainnya yakni Menteri Tenaga Kerja, Menteri Kordinator Politik dan Kemanan dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung hingga Soeharto lengser.


Di tangan Soeharto, karier militer Benny Moerdani melejit. Puncaknya ketika Soeharto mendapuk Benny sebagai Panglima ABRI (1983--1988). Dia menjadi tangan kanan sekaligus pelindung Soeharto meski pada akhirnya tersingkir. Benny terpental dari gelanggang kekuasaan karena menyinggung Soeharto soal kelakuan bisnis anak-anak Soeharto.  


Sementara Rukman sempat menggantikan Soeharto mengomandoi daerah Indonesia Timur. Dia merupakan panglima Cenderawasih pertama. Setelah prahara 1965, Rukman mengalami nasib nahas. Terindikasi sebagai perwira kiri, Rukman dipenjarakan dan kiprah militernya berakhir seketika. Untung Sjamsuri lebih tragis lagi. Dianggap terlibat makar dalam Gerakan 30 September 1965 (G30S), penerima Bintang Sakti ini dieksekusi mati pada 1966, saat Soeharto mulai mengambil alih kepemimpinan negara.


Satu nama yang juga patut disebut adalah Leo Wattimena. Panglima AU Mandala ini adalah seorang penerbang tempur. Dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto, Salim Said menuturkan betapa hubungan Leo dan Soeharto sangat baik selama kampanye Trikora.


“Kalau Leo terbang, biasanya Seoharto menanti di pangkalan udara sampai Leo mendarat kembali,” kata Salim Said. Tapi, hubungan Leo dengan Soeharto mendadak rusak pasca 1965. Citra AU begitu tercoreng  - termasuk para perwiranya – karena dituding mendukung G30S.


Leo kemudian dikirim ke Roma sebagai  Duta Besar Indonesia untuk Italia. Kepada Salim Said yang berkunjung ke Italia pada 1970, Leo menuturkan harapannya untuk mendapat tempat di Departemen Pertahanan selepas masa dinas jadi dubes.


“Tapi,” kata Salim Said, "bagi Soeharto dia sudah selesai.”

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
Tak hanya iklan jual beli, agen periklanan juga memasangkan iklan pertunangan atau pernikahan. Ini kisah Hamid yang memasang iklan pertunangan palsu.
Tak hanya iklan jual beli, agen periklanan juga memasangkan iklan pertunangan atau pernikahan. Ini kisah Hamid yang memasang iklan pertunangan palsu.
transparant.png
bottom of page