top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kolonel Husein Yusuf Dipecat Karena Tak Ada di Tempat

Alex Kawilarang bersitegang dengan bawahannya. Keduanya kelak sama-sama terlibat dalam pemberontakan terhadap pemerintah pusat.

8 Jun 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Alex Kawilarang dan Husein Yusuf.

  • 9 Jun 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 23 Feb

KELAMAAN libur memang kerap bikin terlena. Perkara itu pula yang pernah membuat jengkel Kolonel Alex Kawilarang, panglima Teritorium I/Sumatra, terhadap bawahannya. Kisahnya bermula ketika Kawilarang berkunjung ke Kutaraja yang merupakan ibu kota provinsi Aceh pada 1950.


Dalam lawatannya ke kota yang kini bernama Banda Aceh itu, Kawilarang tidak mendapati Kolonel Husein Yusuf, komandan Divisi X. Husein Yusuf tidak menyambut Kawilarang karena sedang pulang kampung di Bireuen. Absennya Husein Yusuf menyebabkan Kawilarang tersinggung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page