- 12 Sep 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
KABAR buruk dari Surabaya sampai juga di Bojonegoro. Isinya beragam, mulai dari kabar terbunuhnya Brigadir Mallaby hingga makin kerasnya sikap Inggris akibat kematian jenderalnya itu.
Pemuda-pemuda Bojonegoro pun bersiap ke Surabaya meresponnya. Bekal mereka hanya senjata dan latihan yang dirasa cukup. Pemuda Abdul Latief yang bakal memimpin mereka.
“Anak-anak buah kami berikat kepala merah putih dan senjata-senjatanya dikibarkan merah putih, setiap wagon (gerbong) berkibarlah bendera merah putih yang besar-besar sebagai lambang panji-panji perang kemerdekaan. Pada saat-saat berangkat tidak dilupakan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya yang selalu membuat berdiri bulu romaku dan berangkatlah kereta api itu ke jurusan Surabaya,” aku Abdul Latief dalam catatan riwayat hidup yang tak diterbitkan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















