- 13 Sep 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
REVOLUSI meyeret pemuda Abdul Latief ke dalamnya. Di zaman Jepang dia adalah pemimpin pelatihan pemuda di Bojonegoro. Setelah kabar proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sampai di telinganya, Latief dan pemuda-pemuda Bojonegoro bergerak.
“Pada saat pecahnya Revolusi Agustus 1945 saya mendampingi para pemuda Bojonegoro, untuk mengadakan pelucutan senjata tentara Jepang maupun pegawai Jepang (Sakura) yang berada di Keresidenan Bojonegoro, termasuk daerah minyak Wonosari dan Cepu,” kata Abdul Latief dalam riwayat singkat buatannnya yang tak diterbitkan.
Para pemuda itu hanya bermodal nekat. Kekurangan dan butuh senjata yang membuat mereka rela melakukan itu. Namun mereka beruntung karena ada orang-orang Indonesia yang pernah jadi polisi di zaman Jepang. Orang-orang itu tak sedikit yang mau membantu mereka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















