top of page

Komandan Kerjai Bawahan

Saat Kolonel Mung Parahadimulyo, yang dikenal banyak orang sebagai komandan jujur dan tegas, mengerjai bawahannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel Mung Parahadimulyo, Resimen Para Komando Angkatan Darat (kini, Kopassus). (Betaria Sarulina/Historia.id).

  • 30 Agu 2019
  • 2 menit membaca

Kopassus merupakan pasukan elite kebanggaan Angkatan Darat dan juga Indonesia. Panglima TT III Siliwangi Kolonel A.E. Kawilarang membentuknya untuk mendapatkan pasukan dengan mobilitas tinggi yang terdiri dari prajurit-prajurit andal, terutama dalam pergerakan senyap.


Di antara panglima-panglima pasukan yang pernah bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) itu adalah Kolonel Mung Parahadimulyo (1958-1964). Kendati namanya kurang populer, terlebih saat ini, Mung dikenal oleh generasi pejuang angkatan 45 atau generasi setelahnya sebagai tentara tulen yang tegas dan jujur.


Mendiang Soehari Sargo, pejuang angkatan 45 yang kemudian menjadi pengamat otomotif terkemuka, ingat betul bagaimana tegas dan jujurnya Mung. Suatu ketika, Mung dikirimi jatah beras prajurit oleh bawahannya. Alih-alih langsung mengambilnya, Mung menimbang ulang jatah beras itu. Ternyata, jatah beras yang didapatnya kelebihan dari yang seharusnya. Dia pun menanyakan kepada bawahannya siapa yang menimbang dalam penjatahan beras itu.


“Langsung ditempeleng itu yang menimbang,” kata Soehari kepada Historia.id beberapa tahun silam di rumahnya, bilangan Cinere, Depok. “Kalau saya dapat lebih banyak berarti kan ada jatah lain yang dikurangi. Orang itu pasti dapat lebih sedikit. Ulangi semuanya!” kata Mung memberi perintah sebagaimana ditirukan Soehari.


Ketegasan dan kejujuran Mung itu juga dikenang betul oleh Kolonel Penerbang (Purn.) Pramono Adam. “Kalau Pak Mung itu prajurit betul. Hebat banget. Tentaranya, Kopassus sendiri udah keder,” ujar lelaki yang akrab disapa Pram itu kepada Historia.id.


Pram mengenal Mung ketika di-BKO-kan ke Kodam Mulawarman semasa Konfrontasi (1963-1965). Sejak awal 1965, Kodam itu dipimpin Mung. Pram kerap diminta Mung mengantarkan inspeksi ke perbatasan menggunakan helikopter.


Suatu hari, Pram melihat Mung memarahi anak buahnya yang kedapatan naik sepeda motor. “Siapa yang nyuruh kamu naik motor? Kamu beli dari mana? Pulang!” kata Pram menirukan Mung memarahi prajurit Baret Merah itu.


Pram sendiri pernah kena semprot Mung. Ceritanya berawal dari ketika dia bersama Suwoto Sukendar (KSAU 1969-1973) dan beberapa prajurit lain jajan rujak karena lapar. Tak lama setelah itu, kata Pram, “Pak Mung datang. ‘Ngapain kamu makan, boros-borosin aja,” sambung Pram menirukan Mung.


Namun, seingat Pram, Mung tak hanya mengajarkan kedisiplinan lewat bentakan. Pernah suatu ketika Mung mengajarkan kedisiplinan lewat kejahilan. Peristiwa itu terjadi saat Mung hendak pulang dari perbatasan ke Tarakan dengan menumpang helikopter Mi-6 yang dipiloti Pram.


“Udah siap satu jejeran (pasukan, red.) mau kasih hormat. Lihat aku, pas di depan, Pak Mung turun terus di bawah pesawat. (Dia) terus melompat pagar di ujung sana, pergi sendiri jalan kaki ke mess. Lha ini (pasukan) yang siap mau menghormat, ‘ke mana ini (komandan)?’ Aku tahu, aku cengar-cengir sendiri,” ujar Pram sambil tertawa.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setalah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
transparant.png
bottom of page