Diperbarui: 14 Agu
SETELAH pertempuran Titi Bambu, Letkol Djamin Gintings memerintahkan penggotongan keenam prajurit Kompi Markas yang masih hidup ke Kampung Suka. Dalam proses evakuasi dan identifikasi, tiga orang prajurit tak ditemukan.
Mereka ternyata hanyut terbawa arus Sungai Lau Biang yang deras. Sementara itu, enam prajurit lainnya dipastikan meninggal. Dalam suasana penuh duka, komandan Resimen I Sumatra itu tetiba dikejutkan oleh suara teriakan. “Awas, Tank datang!”
Mendengarnya, sontak saja situasi dilanda hiruk-pikuk. Dikira tentara Belanda datang. Tapi, mujurlah kepanikan itu tak berlangsung lama. Sejurus kemudian diketahui bahwa tank yang digembar-gemborkan itu adalah kereta lembu petani yang baru pulang dari ladang. Deru langkah lembu itu memang terdengar menghentak tanah dengan keras.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















