top of page

Lagak Laskar Sumatra Timur

Banyak gaya dan bermulut besar. Begitulah tingkah kebanyakan anggota laskar di Sumatra Timur dalam pengamatan seorang wartawan zaman perang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Laskar Sumatra Timur. Foto: Repro cover buku "Laskar Revolusioner Sumatra Timur" karya Hanif Harahap.

1 Jun 2021
2 menit membaca

Diperbarui: 9 Jul

Pematang Siantar merupakan ibu kota kawasan Sumatra Timur di masa revolusi. Sejak dulu kala kota ini termasyur makmur dan banyak penduduknya. Untuk menguasai Sumatra Timur, Belanda menduduki Pematang Siantar dengan menempatkan pasukannya. Maka tidak heran, keamanan di sana cukup rawan. Bentrokan kerap terjadi antara tentara Belanda dengan kelompok laskar pro republik.


Keadaan itulah yang disaksikan Muhamad Radjab, wartawan Kantor Berita Antara yang ditugaskan Kementerian Penerangan untuk meliput suasana perjuangan revolusi di Sumatra. Pada Juni 1947, Radjab menyambangi beberapa kota di Sumatra Timur.


Menurut Radjab, di sana partai-partai politik dan barisan laskar rakyat sangat subur. Ada sekira 20 macam perkumpulan, antara lain: Napindo, Naga Terbang, Barisan Harimau Liar (BHL), Halilintar, Ular Sendok, Pesindo, Angkatan Pemberontak Indonesia (API), Parkindo, Barisan Merah, Sabililah, Mujahidin, Marsose, disamping polisi militer dan tentara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Presiden pertama Palau tewas dibunuh saat berupaya mewujudkan kedaulatan penuh negerinya sekaligus mengatasi konflik di luar dan dalam negerinya.
Presiden pertama Palau tewas dibunuh saat berupaya mewujudkan kedaulatan penuh negerinya sekaligus mengatasi konflik di luar dan dalam negerinya.
transparant.png
bottom of page