top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Letnan Rachmatsyah Rais Gugur Saat Merebut Tank Belanda

Perwira remaja jebolan Kadet Brastagi ini sosok yang humoris. Gugur dalam tugas dan namanya diabadikan menjadi nama jalan di Kota Medan.

12 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Para perwira Kadet Brastagi dari kiri ke kanan: Rachmatsyah, H.A. Sunarno, Sumego, Hazman Pasaribu, dan Roestam. (Arifin Pulungan, Kisah dari Pedalaman).

  • 13 Nov 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

DI Kota Medan, sejumlah nama pejuang dijadikan nama jalan. Jl. Sisingamangaraja, misalnya, menjadi salah satu jalan protokol di mana terletak Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan. Berdekatan dengan Jl. Sisingamangaraja, ada Jl. Rachmadsyah yang menghubungakan Jl. Sisingamangaraja dengan Jl. Ismaliyah. Warga Medan pada umumnya lebih mengetahui sosok Sisingamangaraja yang telah menjadi pahlawan nasional ketimbang Rahmadsyah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page