top of page

Lintasan Sejarah Hidupnya Tak Semulus Lintasan Atletik

Salah satu pelari terbaik Indonesia ini hidupnya nelangsa hingga tutup usia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 28 Nov 2017
  • 3 menit membaca

BILA Jamaika punya Usain Bolt dan Amerika Serikat punya pelari legendaris Jesse Owens, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia punya legenda atletik dengan kisah hidup tak kalah menguras emosi dari kedua nama tadi. Gurnam Singh nama legenda itu.


Pria Punjab tulen itu lahir di Sogada, Pakistan pada 17 Agustus 1933. Ketika berusia delapan tahun, Gurnam merantau ke Medan dan menetap di sana bersama komunitas Sikh. Untuk menyambung hidup, dia bekerja serabutan mulai dari jadi pembantu juru masak, penjaja susu sapi, sais pedati, tukang reparasi dinamo, hingga kuli aspal.


Dengan modal tabungan yang dimilikinya, Gurnam akhirnya merintis bisnis tekstil dan membuka toko olahraga Gurnam Sport di Pasar Peringgan pada 1966. Kedua usaha itu membuat dia sukses secara ekonomi.


Namun, kesibukan berlatih atletik menjelang PON III (20-27 September 1953) di Medan membuatnya tak fokus menanangi bisnis. Neraca keuangan tokonya mulai carut-marut hingga akhirnya bangkrut. Tapi Gurnam kemudian membangun lagi bisnisnya dengan toko yang sama di Jalan Gajah Mada, Medan.


“Nasibnya sama karena saya terus sibuk mengikuti latihan di Jakarta,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas, 14 September 1996.


Beruntung, prestasi Gurnam di olahraga tak sama dengan prestasinya di bisnis. Gurnam pernah didaulat sebagai manusia tercepat Asia dengan rekor waktu tercepat untuk kategori lari 5000 dan 10.000 meter.


“Ayah 4 anak ini di masa jayanya pemegang rekor lari 5 ribu meter dengan kecepatan 14 menit 24 detik dan 10 ribu meter dengan kecepatan 30 menit 47,2 detik. Sedangkan jarak maraton 42 kilometer ditempuhnya dalam tempo 2 jam 27 menit 21 detik,” tulis buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982.


Gurnam lalu terpilih masuk timnas atletik Indonesia untuk Asian Games IV di Jakarta. Sayang, dia tak seberuntung rekannya, Mohammad Sarengat, yang berhasil menyumbang emas melalui cabang lari 100 meter putra dan lari gawang 110 meter putra. Gurnam kalah dari Finai Teruo asal Jepang yang menggondol perak dan Tarlok Singh dari India yang mengantongi emas.


Toh,Gurnam tetap jadi salah satu atlet yang diundang Presiden Sukarno sebagai tamu kehormatan. Gurnam juga mendapatkan hadiah tanah seluas tujuh hektar dan uang 700 ribu rupiah.


Namun kehidupannya berubah 180 derajat seiring dengan pergantian rezim di Indonesia. Kehidupannya yang sudah tertatih-tatih akibat bisnisnya seret berlanjut dengan bangkrutnya toko Gurnam Sport. Gurnam mencoba bangkit dengan membuka toko kerajinan gitar di Medan. Tapi usaha itu hanya bertahan setahun. Perlahan, dia mulai melego harta-bendanya.


Kesulitan Gurnam bertambah ketika istrinya mulai sakit-sakitan. Keempat anak Gurnam akhirnya putus sekolah lantaran tak ada biaya. Dalam kondisi seperti itu, Pemerintah Kota Medan menggusur rumah Gurnam di Gang Sauh, Jalan Padang Bulan, Medan pada 1972 tanpa memberi ganti-rugi karena Gurnam dianggap tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).


Gurnam akhirnya hidup menggelandang dan terpisah dari keluarganya. Dia kerja serabutan untuk menyambung hidup, mulai dari penjual air sampai satpam.


Saat menjadi satpam, dia sempat tersandung masalah hukum. Medio Oktober 1976, Gurnam ditahan dan diajukan ke meja hijau. Pengadilan Negeri Medan menyidang dia dengan tuduhan mencuri barang-barang perabotan toko tempatnya bekerja.


“Gurnam (dituduh) mencuri kayu, alat-alat perabot, paku dan lain-lain dari toko perabot di Jalan Gedeh, Medan. Jumlahnya ditaksir ratusan ribu rupiah,” tulis Kompas, 16 Januari 1977.


Begitu lepas dari kasus hukum, Gurnam melanjutkan hidup seorang diri dalam kondisi melarat. Perhatian kepadanya baru berdatangan, dari mulai wartawan olahraga hingga Mensesneg Moerdiono, pada 1990-an.


“Mensesneg menyinggung pekerjaan Gurnam yang kini penjual air, ketika menjelaskan rencana pemberian penghargaan kepada atlet peraih emas, perak dan perunggu di Olimpiade Barcelona (1992),” tulis Kompas, 19 Agustus 1992.


Bantuan dan sumbangan mulai mengalir kepada Gurnam. Namun, Gurnam menolak. “Bantuan yang saya inginkan hanyalah agar rumah saya di Gang Sauh, Jalan Padang Bulan yang dibongkar Pemda Medan dibangun kembali,” ujarnya. Itu sebabnya dia enggan menerima bantuan seorang pengusaha asal Purwokerto yang ingin menjamin hidupnya dengan syarat Gurnam bersedia pindah dari Medan.


Keadaan sulit akhirnya membuat Gurnam tak kuasa menolak bantuan. Pada 25 Juni 1996, dia menerima hadiah sebuah rumah sederhana di Pancurbatu, Deli Serdang dari Kodam Bukit Barisan. Di rumah itu dia tinggal hingga sekira satu dekade. Pada 7 Desember 2006, Gurnam menghembuskan nafas terakhir di RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
bg-gray.jpg
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
bg-gray.jpg
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page