top of page

M. Jusuf Kerjai Solichin GP Saat Tertidur

Dipaksa ikut acara syukuran komandan, Solichin GP terpaksa ikut meski lelah. Tak tahu bila ternyata diberi "hadiah".

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal M. Jusuf saat meninjau asrama prajurit (repro buku "Panglima Para Prajurit")

27 Feb 2020
2 menit membaca

PERINTAH Presiden Sukarno agar Kahar Muzakkar ditangkap hidup atau mati sebelum 17 Agustus 1964 menjadi tugas berat yang harus dilaksanakan dengan sukses oleh Pangdam Hasanuddin Kolonel M. Jusuf. Untuk itu, Jusuf meminta tambahan pasukan dari Siliwangi.


“Untuk menumpas Kahar Muzakkar, selain berhasil mendapat 2 brigade infantri dari Siliwangi plus Yon 330, Panglima Jusuf juga mendapat dukungan sejumlah perwira staf dari Siliwangi. Salah seorang yang kemudian berperan penting dalam operasi pemulihan keamanan di Sulawesi Selatan adalah Kolonel Infantri Solichin GP. Oleh Jusuf ia dijadikan Kepala Staf Operasi ‘Kilat’,” tulis Atmadji Sumarkidjo dalam Jenderal M. Jusuf Panglima Para Prajurit.


Keputusan Jusuf memilih Solichin GP tepat. “Penghujung 1964 pasukan Siliwangi, di bawah komando Solichin, berhasil memburu Kahar Muzakkar dan sisa-sisa gerombolan DI/TII sampai memasuki wilayah Sulawesi Tenggara,” tulis Syafruddin Usman dalam Tragedi Patriot dan Pemberontak Kahar Muzakkar.  Operasi militer yang digelar mulai April 1964 itu berhasil diselesaikan pada 3 Februari 1965 dengan tertembaknya Kahar, mantan atasan Jusuf selama revolusi.


Karena kinerja apik Solihin itulah Jusuf tak pernah melupakannya. Termasuk ketika Jusuf sudah diangkat Presiden Sukarno menjadi Menteri Perindustrian Ringan di Kabinet Dwikora I. Saat menjabat sebagai menteri itu Jusuf masih tetap menyandang jabatan Pangdam Hasanuddin karena Menpangad Letjen A. Yani sampai wafatnya belum sempat menunjuk pengganti Jusuf. Akibatnya, Jusuf mesti mondar-mandir Jakarta-Makassar.


Menetapnya Jusuf di Jakarta baru terjadi setelah G30S. Menpangad Jenderal Soeharto yang membutuhkan tenaga Jusuf, akhirnya mencari orang yang pas untuk meminpin Kodam Hasanuddin. Setelah berkonsultasi dengan Jusuf, Soeharto menunjuk Solichin.


Penunjukan itu tak diberitakan langsung kepada Solichin. Akibatnya ketika dia bertemu Jusuf dalam sebuah kesempatan di Makassar tak lama kemudian, dia menolak ajakan Jusuf untuk menghadiri acara syukurannya karena merasa lelah. Namun karena Jusuf memaksa, Solichin tak kuasa menolak.


Sesampainya di Jakarta, Solichin tak dibawa Jusuf ke rumahnya atau penginapan, tapi langsung ke tempat acara. Tenda dan deretan kursi serta podium langsung menyambut pandangan matanya. Namun karena lelah dan kantuk yang tak tertahankan, Solichin akhirnya mulai tertidur saat Jusuf menyampaikan pidatonya. Meski masih mendengar secara samar ketika Jusuf mengatakan tugasnya di Makassar sudah berakhir mulai hari itu, Solichin akhirnya kalah oleh kantuknya dan pulas.


Sementara, Jusuf terus melanjutkan pidatonya yang juga diisi dengan kejahilannya. “Selanjutnya saya akan melaksanakan tugas baru di Jakarta. Yang akan menggantikan tugas saya sebagai Panglima di Kodam XIV Hasanuddin ini adalah perwira yang sedang ngorok di sebelah saya ini,” kata Jusuf, dikutip Atmadji.


Pidato Jusuf sontak disambut gelak-tawa para hadirin. Sebaliknya, pidato itu membuat panik Letnan Said, ajudan Solichin. Sang ajudan buru-buru membangunkan komandannya sambil memberitahu apa yang baru saja dikatakan Jusuf. Solichin yang kaget setelah bangun, langsung duduk dengan tegak. Sikap itu tak mendapat respon apapun dari Jusuf.


Usai acara, kejahilan Jusuf pun diprotes Solichin. “Pak, kalau menunjuk saya menjadi panglima, kasih tahu dulu dong. Jangan di saat saya lagi tidur. Saya jadi malu, nanti bagaimana penilaian rakyat kepada saya?”


“Ah, kau bereskan saja nanti!” jawab Jusuf santai.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page