top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Menangkap Pattimura

Demi menangkap Pattimura, kepala-kepala kampung dibuat Belanda berbalik melawan Pattimura.

3 Mar 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kapitan Pattimura. (Wikimedia commons).

WAKTU Thomas Matulessy alias Kapitan Pattimura dan pasukannya menyerang Benteng Duurstede pada 16 Mei 1817 dan selama tiga bulan mendudukinya, Belanda sudah punya tentara yang terdiri dari warga setempat. Depot Ambonese Troepen namanya. Pasukan itu baru saja dibentuk karena Belanda berhasil berkuasa lagi di sana.


Di dalam Depot Ambonese Troepen terdapat seorang letnan artileri bernama Mathij Jenni. Dia pernah berdinas dalam militer Inggris dan ditempatkan di sekitar Ambon ketika kekuasaan Belanda terganggu oleh Perang Eropa yang dipicu Napoleon Bonaparte. Dalam ketentaraan Inggris, pada 1810 Jenni seorang letnan artileri. Letnan Jenni dan pasukannya terlibat dalam penyerangan terhadap posisi kekuatan Kapitan Pattimura.


Letnan Jenni mendarat di Pulau Saparua pada 9 November 1817 lalu menyerang Negeri Tiouw. Kala itu pasukannya melakukan serangan kilat sejak pukul delapan. Desa Tiouw dan Saparua pun lalu diduduki.


Dalam pertempuran itu, Jenni terluka dan seorang Belanda, Letnan Frisschart, terbunuh. Atas jasanya, sebut Arsip Ridders Militaire Willemsorde 43 nomor 0987, Letnan Jenni mendapatkan bintang Militaire Willemsorde kelas 4 atas jasanya dalam perebutan Saparua dan sekitarnya itu.


Perwira lain dari Depot Ambonese Troepen yang dianggap berjasa selain Letnan Matthij Jenni adalah Letnan Matheus Thomas Pietersz. Letnan infanteri ini besar pula jasanya dalam memungkas perlawanan Pattimura dkk.


“Di antara perwira pribumi Letnan Pietersz paling menonjol sebagai perwira yang sangat terampil, cakap dan bijaksana, sangat berguna pengetahuannya yang mendalam tentang adat istiadat dan karakter kawan maupun lawan,” terang Kolonel Maurits Verhuell dalam Herinneringen aan een reis naar Oost-Indië.


Letnan Pietersz ditugasi mendekati orang-orang Ambon yang bersembunyi setelah perlawanan  Pattimura. Belanda tentu berusaha membujuk raja-raja atau kapitan di negeri sekitarnya untuk berpihak kepada mereka dan melawan kubu Pattimura. Negeri-negeri di Maluku adalah setara desa, dimana kepala desa itu disebut sebagai Raja di sana. Salah satu Raja Negeri yang kemudian berpihak pada Belanda adalah Raja Lilibooi.


“Kampung Lilibooi, yang awalnya juga mendukung pemberontakan, dipaksa menyediakan pasukan bagi Belanda untuk menentang pemberontak,” catat Dieter Bartels dalam Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku jilid 2. Menurut Bartels, Lilibooi yang terpaksa memihak Belanda ini bukan Lilibooi Saparua melainkan Lilibooi Ambon. Nama Raja Lilibooy itu adalah David Nussy.


Letnan Pietersz, Raja Lilibooi mendarat di sekitar Negeri Siri Sori pada hari-hari penindakan Belanda ini.Keduanya mendarat bersama dua orang yang sering melintasi kepulauan itu. Keduanya mendengar bahwa Thomas Mattulesy (kadang ditulis sebagai Thomas Metulesie) alias Kapitan Pattimura berada di sebuah rumah penduduk di Siri Sori.


“Dengan kekuatan bersenjata, mereka mengambil jalan memutar menuju rumah yang dimaksud. Letnan Pieterz memasuki rumah tanpa ragu-ragu dan berbicara kepada pemimpin pemberontak dan menyarankan dia untuk menyerah,” catat Verhuell. Namun ketika Kapitan Pattimura masih menimbang tiba-tiba masuklah Raja Lilibooi dan orang-orang bersenjata lainnya.


Maka ditangkaplah Kapitan Pattimura pada 13 November 1817 dengan hatinya yang hancur. “Namun Pria Kristen yang teguh iman itu tetap tenang sampai akhir hayat,” kata Bartels. Setelah ditahan pada 16 Desember 1817 dengan perasaan tenang dengan berucap “selamat tinggal, Tuan-tuan” di sekitar Benteng Nieuw Victoria Kota Ambon.


Letnan Pieterz kadang disebut sebagai Pierson dan lainnya. Bartels menyebut  dia berdarah Indo-Eropa. Setelah aksinya di Siri Sori, Letnan Pieterz juga mendapat Bintang Ridders MIlitaire Willemsorde kelas 4 seperti Letnan Jenni.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page