- 1 Agu 2021
- 5 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
BUKIT Tempeh di Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, tetiba menjadi ramai pada Kamis, 29 Juli 2021. Sekira 150 orang memenuhi tiap sudut dataran tinggi yang dipenuhi oleh pohon pinus tersebut. Takbir dan salawat terus terdengar seolah tak mengenal henti, ditingkahi suara pacul, belincong dan linggis yang beradu dengan tanah dan batu.
Sudah empat hari lamanya, pihak TNI AL bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat melakukan proses penggalian. Mereka berharap bisa mendapatkan sisa belasan jasad orang-orang yang ditembak mati militer Belanda pada sekira tahun 1947 (menurut versi salah satu keluarga korban adalah tahun 1946).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












