top of page

Mencari Pahlawan di Bukit Tempeh

Sekira 16 jasad pejuang Republik dipindahkan ke Kompleks Monumen Perjuangan TNI AL di Kalibakung, Tegal. Sisa-sisa keganasan Agresi Militer Belanda I.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Proses pencarian sisa-sisa jasad para pejuang di Bukit Tempeh pada Kamis,29 Juli 2021 (Hendi Jo/Historia.ID).

1 Agu 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

BUKIT Tempeh di Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, tetiba menjadi ramai pada Kamis, 29 Juli 2021. Sekira 150 orang memenuhi tiap sudut dataran tinggi yang dipenuhi oleh pohon pinus tersebut. Takbir dan salawat terus terdengar seolah tak mengenal henti, ditingkahi suara pacul, belincong dan linggis yang beradu dengan tanah dan batu.


Sudah empat hari lamanya, pihak TNI AL bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat melakukan proses penggalian. Mereka berharap bisa mendapatkan sisa belasan jasad orang-orang yang ditembak mati militer Belanda pada sekira tahun 1947 (menurut versi salah satu keluarga korban adalah tahun 1946).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page