top of page

Menelusuri Jejak Kerajaan Glang-Glang

Jayakatwang, raja Glang-Glang berhasil menumbangkan Singhasari. Di manakah letak kerajaannya itu?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arca Dwarapala peninggalan masa Singhasari di Malang, Jawa Timur. (Ragil SP/Shutterstock).

  • 19 Jun 2021
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

Sri Jayakatwang berhasrat memerdekakan diri dari pengaruh Kerajaan Singhasari. Dari Glang-Glang di Bumi Wurawan, dia menyerbu istana Kertanagara, membawa nasib buruk bagi kekuasaan Singhasari. 


Pasukannya menyerang dari dua jurusan. Dari utara mereka menuju Jurang Angsoka. Sorenya mereka berkemah di Turan. Paginya menjarah Desa Memeling, membuat penduduknya lari mengungsi ke ibu kota. 


Pasukan yang menyerang dari selatan bergerak melewati Lawor dan Sridahabhawana. Dari sana mereka langsung masuk ke kota Singhasari.


Demikianlah kisah itu menjadi akhir bagi Singhasari. Namun, ini adalah awal kekuasaan untuk Jayakatwang, raja dari Glang-Glang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
 Tak hanya nostalgia, film Susi Susanti: Love All mengajak publik menghargai setiap tetes keringat dan air mata atlet di balik prestasi mengharumkan negeri.
Tak hanya nostalgia, film Susi Susanti: Love All mengajak publik menghargai setiap tetes keringat dan air mata atlet di balik prestasi mengharumkan negeri.
Ini tentang ritual penerimaan anggota mafia, tradisi seppuku, dan pesawat khusus untuk kamikaze.
Ini tentang ritual penerimaan anggota mafia, tradisi seppuku, dan pesawat khusus untuk kamikaze.
Artis Hollywood membuat popularitas penyangga payudara berbentuk mirip moncong pesawat menjadi terkenal.
Artis Hollywood membuat popularitas penyangga payudara berbentuk mirip moncong pesawat menjadi terkenal.
Ramadan dalam keseharian tahanan politik. Mematahkan stigma tapol ateis.
Ramadan dalam keseharian tahanan politik. Mematahkan stigma tapol ateis.
transparant.png
bottom of page