- 20 Jul 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Apr
PERANG Dunia II menyeret Gaston Glock ke medan perang. Pemuda Austria ini harus ikut wajib militer pada tahun-tahun terakhir perang. Dia masih begitu muda untuk menjadi serdadu, tapi negaranya yang terancam tentara Sekutu memaksanya berperang.
“Aku terlalu muda kala itu: 15, 16 tahun, tapi kami telah mendapatkan beberapa pelatihan militer yang singkat,” tulis Paul M. Barret dalam Glock: The Rise of America’s Gun.
Berhubung Jerman kalah dan dianggap penjahat perang, Glock berada di pihak yang tidak menguntungkan. Sehingga dia tak mau membanggakan keterlibatannya dalam Wehrmacht (Angkatan Darat Jerman).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















