top of page

Menengok Cerita dalam Tari Golek Ayun-ayun

Sebagai salah satu dari varian genre tari Golek di Yogyakarta, tari Golek Ayun-ayun awalnya ditampilkan satu orang. Kerap ditampilkan dalam misi budaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 22 Des 2022
  • 3 menit membaca

Delapan penari berjalan memasuki Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Kain batik motif parang dan rompi beludru berwarna hijau membalut tubuh mereka. Jamang (sejenis mahkota terbuat dari kulit kerbau) lengkap dengan bulu-bulu menghiasi bagian kepala para penari. Aksesoris-aksesoris cantik seperti cunduk mentul, kalung sungsun, giwang, dan klat bahu yang melekat pada tubuh makin mempercantik penampilan mereka.


Para penari tersebut tampil usai akad nikah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep bersama Erina Gundono. Mereka membawakan tari Golek Ayun-ayun, sesaat sebelum prosesi adat panggih dilaksanakan pada 10 Desember 2022.


Tari Golek adalah salah satu jenis tari klasik asal Yogyakarta. Tari ini sebenarnya merupakan tari tunggal sehingga jumlah penari dalam setiap penampilan hanya satu orang.


“Jenis tarian tunggal putri yang lahir di lingkungan tari Istana yang mempergunakan acuan gerak tari ‘ledek’ yang kerakyatan, tergarap dan terangkat penuh stilisasi,” kata R.M. Wisnoe Wardhana, seniman tari Yogyakarta, dalam “Tari Tunggal, Beksan dan Tarian Sakral Gaya Yogyakarta”, termuat di buku Mengenal Tari Klasik Gaya Yogyakarta



Kemunculan tari golek tidak terlepas dari kiprah Sultan Hamengkubuwono VII ketika belum diangkat menjadi sultan dan masih bernama Pangeran Mangkubumi.


“Pangeran Mangkubumi (Putra Hamengku Buwono VI) menciptakan tari Golek tunggal yang ditarikan pada akhir pergelaran Langendriya,” tulis ahli tari Jawa Klasik Ben Suharto dalam Perkembangan Tari Klasik Gaya Yogyakarta.


Penciptaan tari golek terinspirasi dari pementasan wayang golek pada bagian penutup pergelaran wayang kulit. Selain itu, istilah “golek” digunakan dengan harapan agar penonton mau mencari tahu sendiri makna dalam cerita yang baru saja ditampilkan. Dalam bahasa Jawa, golek artinya mencari.


Seiring berjalannya waktu, tari golek juga ditampilkan secara berkelompok. Kejadian ini ditandai oleh penampilan tari golek yang tidak selalu ditampilkan usai pagelaran Langendriya.

 

“Tahun 1908 berkembang menjadi tarian lepas yang berfungsi sebagai tontonan/hiburan yang selaras dengan masyarakat pendukungnya, tari golek diangkat menjadi tari klasik istana pada tahun 1916,” kata empu tari klasik Yogyakarta R. Sasmintadipura, dikutip Wiwiek Diani Wijayanti dalam tugas akhir Penyaji Tari ISI Yogyakarta dengan judul “Tari Golek Ayun-ayun”.


Tari golek kemudian memiliki bermacam varian dengan nama berbeda-beda. Nama varian biasanya diambil dari gending pengiring tari golek yang dipentaskan. Tak terkecuali tari Golek Ayun-ayun. Nama gending yang mengiringi tari tersebut dikenal dengan Ladrang Ayun-ayun.


Tari Golek Ayun-ayun diciptakan oleh maestro tari klasik Yogyakarta Raden Riya Sasmintadipura. Ia merupakan abdi dalem di Keraton Yogyakarta dengan gelar dan nama Raden Bekel Sasminta Mardawa. Kecintaannya terhadap tari gaya Yogyakarta mendorongnya mendirikan organisasi tari klasik Mardawa Budaya. Berbagai jenis tari yang berkiblat pada genre tari klasik Yogyakarta ia ciptakan.


Nama asli tari Golek Ayun-ayun adalah Golek Nawung Asmara. Namun, para guru tari dan masyarakat lebih familiar dengan Golek Ayun-ayun karena judul gending yang mengiringi. Tarian ini awalnya dibuat sebagai salah satu cara diplomasi budaya di luar negara Indonesia.

“Tari Golek Ayun-ayun diciptakan/dipersiapkan khusus untuk  EXPO di Jepang (misi kesenian) pada tahun 1970, penari pertama kali B.R.Adj Sri Muryawati,” kata Sasmintadipura.



Menurut peneliti tari Sal Murgiyanto, tari Golek Ayun-ayun kemudian kerap ditampilkan dalam misi budaya di berbagai negara. Pada 1981, misalnya, penari asal Yogyakarta Alexia Maria Endang Nrangwesti membawakan tari ini dalam pembukaan Konferensi Tahunan Asian Dance Association di Seoul, Korea Selatan. Penari yang sama kembali membawakan tari Golek Ayun-ayun dalam misi budaya di Taipei International Dance Festival tahun 1995.


Tari Golek Ayun-ayun berkembang secara masif di wilayah Yogyakarta. Salah satu penyebabnya karena tari Golek Ayun-Ayun dijadikan materi ajar di lembaga pelatihan tari klasik gaya Yogyakarta Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan kemudian lembaga-lembaga belajar tari formal maupun informal di Yogyakarta.


Durasi lebih singkat dari genre tari golek ala istana membuat tari Golek Ayun-ayun lebih mudah dipelajari. Selain itu, tari Golek Ayun-ayun juga dianggap lebih dinamis karena memiliki tiga versi berbeda: versi durasi sekira 15 menit, versi 7 menit, dan versi 5 menit. Perbedaan durasi ini mempermudah penyesuaian dengan kebutuhan yang ada.


Fleksibilitas Golek Ayun-ayun membuatnya populer sehingga dapat dijumpai di berbagai perayaan. Selain bisa dinikmati dalam pembukaan paket wisata di dalam keraton Yogyakarta, Golek Ayun-ayun dapat dijumpai di acara-acara di luar keraton, semisal pesta rakyat, penyambutan tamu dalam pembukaan acara penting, dan juga pengiring pengantin.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page