top of page

Menengok Sejarah Hakekok

Muncul tahun 1960-an, Hakekok tak berumur panjang. Kini muncul kembali.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengikut Balakasuta yang ritualnya mengikuti Hakekok di Desa Karangbolong, Cigeulis, Pandeglang, Banten. (Tangkapan layar dari Youtube).

14 Mar 2021
2 menit membaca

APARAT Kepolisian mengamankan 16 orang penganut ajaran Balakasuta di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Terdiri dari delapan pria, lima wanita, dan tiga anak-anak. Mereka melakukan ritual mandi bersama dengan tujuan menyucikan diri. MUI menyerahkan mereka untuk dibina di pondok pesantren Abuya Muhtadi.


Kompas.com melaporkan, Balakasuta dipimpin oleh Arya yang berasal dari Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ritualnya mengadopsi ajaran Hakekok yang dibawa almarhum E alias S.


Arya mengaku bahwa ajarannya telah melakukan komitmen dengan Imam Mahdi dan dijanjikan kaya raya. Namun, setelah menunggu bertahun-tahun, janji itu tidak kunjung terkabul. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menyucikan diri, bebersih, dan bubar.


Hakekok yang diadopsi oleh Balakasuta merupakan aliran kepercayaan yang telah muncul lama.


Budayawan Ridwan Saidi dalam bukunya, Diburu Mossad dan Lakon Politik “Che Guevara Melayu”, menyebutkan bahwa Hakekok, plesetan dari hakikat, adalah aliran sesat yang berkedok Islam. Pemeluknya menjalankan upacara tertutup pada malam hari, di mana laki-laki dan perempuan mencopot busana, lalu lampu dimatikan.


“Mereka tidak mengerjakan syariat Islam dan memuja Semar. Mereka meyakini Semar masih hidup dan suka berkunjung ke kampung-kampung, lalu menghilang setelah memberikan pituah (petuah). Dalam pengembaraannya itu, Semar selalu seorang diri,” tulis Ridwan.


Justus M. van der Kroef, profesor di Departmen Sosiologi Universitas Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat, menyinggung soal Hakekok dalam tulisannya, “New Religious Sects in Java” termuat dalam Far Eastern Survey, Vol. 30 No. 2 (1961).


Justus mengungkapkan bahwa pada awal 1952, Kantor Departemen Agama Jawa Barat mengumumkan kemunculan 29 sekte agama baru di wilayahnya sejak Indonesia secara resmi merdeka (maksudnya pengakuan kedaulatan) tahun 1949. 


Pada pertengahan tahun 1960, ketika pemerintah Indonesia menyatakan secara resmi mewaspadai perkembangan sekte-sekte agama, Jaksa Agung R. Kadarusman (1962–1964) menyatakan ada ratusan aliran kepercayaan di seluruh Indonesia. 


Menurut Justus, jumlah keanggotaan sekte-sekte ini sulit ditentukan karena struktur organisasinya tidak stabil dan banyak penganutnya yang mengidentifikasi diri dengan salah satu agama utama, seperti Islam. Sementara juru bicara dari berbagai sekte cenderung membesar-besarkan jumlah pengikutnya.


“Berapa pun jumlah pengikut mereka, pesatnya penyebaran aliran-aliran itu sendiri merupakan salah satu fenomena terpenting dalam masyarakat Jawa saat ini [1960-an],” tulis Justus.


Namun, menurut Justus, beberapa sekte berumur sangat pendek sehingga muatan ideologisnya tidak pernah cukup diketahui, seperti kasus kultus Hakekok di Sukabumi, Jawa Barat.


“Kultus Hakekok tampaknya melibatkan upacara aneh, pria dan wanita telanjang di sebuah masjid, namun pemimpinnya, Nawawi, terbunuh dalam bentrokan dengan militer dan sekte tersebut dibubarkan sebelum banyak yang mengetahuinya,” tulis Justus.


Sementara itu, Almanak Indonesia Volume 1 (1969) memuat daftar aliran kebatinan, pemimpinnya, serta asas dan tujuannya tahun 1962. Salah satunya Hakekok yang dipimpin oleh Armi dan Irsad. Sembahyangnya cukup dengan niat dan tidak usah pergi haji ke Makkah. Aliran ini dibubarkan pada 1961.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Akankah Jakarta dengan Formula E-nya bakal menambah panjang daftar sirkuit jalanan dari masa ke masa?
Akankah Jakarta dengan Formula E-nya bakal menambah panjang daftar sirkuit jalanan dari masa ke masa?
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tiga tentara Jepang di wilayah Indonesia Timur menghindari status penjahat perang dengan bergabung ke TNI. Dikejar intel Australia hingga Pulau Jawa.
Tiga tentara Jepang di wilayah Indonesia Timur menghindari status penjahat perang dengan bergabung ke TNI. Dikejar intel Australia hingga Pulau Jawa.
transparant.png
bottom of page