- 7 Des 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
DALAM buku tahunan yang diterbitkan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Museum Nasional) tahun 1933, Jaap Kunst disebut menyerahkan sekitar 1000 alat musik koleksinya. Etnomusikolog itu juga meninggalkan banyak ‘harta karun’. Dari silinder lilin, positif kaca, hingga surat-surat korespondensi.
Namun, hampir setengah abad koleksi Jaap Kunst di Museum Nasional tak teridentifikasi. Satu persatu peninggalan Jaap Kunts mulai terungkap pada 2004 ketika Museum Nasional hendak menggelar pameran alat musik.
Saat itu, karena Museum Nasional tidak memiliki kurator musik, Nusi Lisabilla, Staf Seksi Koleksi Etnografi dan Ita Yulita, Staf Seksi Konservasi diminta berguru kilat kepada etnomusikolog Rizaldi Siagian. Selama dua hari, dari pagi hingga malam, Nusi dan rekan-rekannya dijejali ilmu tentang musik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















