top of page

Mengungkap Lokasi Pertempuran al-Qadisiyyah

Lokasi Pertempuran al-Qadisiyyah terungkap berkat citra satelit mata-mata milik Amerika Serikat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penggambaran pertempuran dari naskah epik Persia Shahnameh. (British Library/Wikimedia Commons).

14 Nov 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

PERTEMPURAN al-Qadisiyyah merupakan salah satu episode penting dalam sejarah Islam. Selain menandai awal kekuasaan Islam atas Persia, pertempuran ini mengakhiri Kekaisaran Sasaniyah di Persia, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Iran. Pertempuran itu terjadi antara tahun 636-637 M di al-Qadisiyyah, salah satu kota kecil dekat al-Hirrah, yang sekarang dikenal sebagai Irak. Namun, tak ada yang benar-benar tahu lokasi pertempuran sesungguhnya. Belakangan, misteri tersebut dipecahkan oleh tim peneliti gabungan dari Universitas Durham (Inggris) dan Universitas Al-Qadisiyah (Irak).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page