top of page

Merah Putih Berkibar di Gorontalo Merdeka

Setelah ditinggalkan oleh Belanda, Gorontalo sempat menjadi kawasan merdeka. Balatentara Jepang meluluhlantakan kemerdekaan itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Monumen Nani Wartabone di Gorontalo (Wikimedia Commons)

18 Jun 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Agu

DESAS-desus kekacauan Perang Dunia II berhembus kencang di kalangan rakyat Gorontalo pada permulaan tahun 1942. Negeri Belanda dikabarkan tengah berada di ambang kehancuran akibat perang terus berkecamuk di Benua Biru. Kekacauan itu pun diyakini akan memberikan dampak kepada pemerintahan mereka Hindia-Belanda.


Berita perang besar itu disambut suka cita oleh rakyat Gorontalo. Mereka akhirnya bisa merasakan kebebasan setelah sekian lama hidup di bawah tekanan imperialisme Belanda. Rakyat siap menyambut kebebasan yang amat mereka idam-idamkan tersebut.


Benar saja, tidak lama setelah tersebarnya kabar itu pemerintahan Hindia Belanda di Gorontalo mulai kehilangan kendali dalam memerintah. Mereka tidak lagi mampu mengontrol gejolak yang terjadi di masyarakat. Laskar pejuang Gorontalo pun dengan mudah merebut wilayahnya. Mereka berhasil mengamankan pusat komando Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page