Diperbarui: 12 Agu
DESAS-desus kekacauan Perang Dunia II berhembus kencang di kalangan rakyat Gorontalo pada permulaan tahun 1942. Negeri Belanda dikabarkan tengah berada di ambang kehancuran akibat perang terus berkecamuk di Benua Biru. Kekacauan itu pun diyakini akan memberikan dampak kepada pemerintahan mereka Hindia-Belanda.
Berita perang besar itu disambut suka cita oleh rakyat Gorontalo. Mereka akhirnya bisa merasakan kebebasan setelah sekian lama hidup di bawah tekanan imperialisme Belanda. Rakyat siap menyambut kebebasan yang amat mereka idam-idamkan tersebut.
Benar saja, tidak lama setelah tersebarnya kabar itu pemerintahan Hindia Belanda di Gorontalo mulai kehilangan kendali dalam memerintah. Mereka tidak lagi mampu mengontrol gejolak yang terjadi di masyarakat. Laskar pejuang Gorontalo pun dengan mudah merebut wilayahnya. Mereka berhasil mengamankan pusat komando Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












