top of page

Merias Wajah Seperti Orang Mesir Kuno

Orang Mesir Kuno merias wajah berhubungan dengan kepercayaan. Mereka yakin riasan memiliki kekuatan penyembuhan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Ratu Nefertiti dengan riasan pada bagian matanya. (Wikimedia).

21 Jun 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 13 Mar

SENI merias wajah telah dianggap penting sejak zaman kuno. Bahkan, orang Mesir Kuno menghubungkannya dengan kepercayaan dan kesehatan. Semua orang di Mesir Kuno menggunakan riasan wajah. Laki-laki maupun perempuan menggunakan riasan mata, pemulas bibir, dan pemerah pipi.


Menurut Fenja Gunn dalam The Artificial Face, a History of Cosmetics, semua masyarakat dari budaya awal ini selalu lebih menonjolkan mata dibanding bagian wajah lainnya. “Mata selalu disebut sebagai cermin jiwa manusia dan di dunia kuno adalah simbol baik dan jahat,” jelasnya.

 

Di Mesir Kuno, mata adalah simbol Dewa Matahari, Re. Simbol mata pun muncul secara signifikan dalam tulisan hieroglif. “Dengan demikian logis bahwa mata manusia harus diberikan perhatian khusus oleh aksentuasi kosmetik,” lanjut Gunn.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page