- 4 Agu 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
SUATU hari Willem Oltmans, jurnalis Algemeen Handelsblad mendapat telepon dari Kolonel Sutikno Lukitodisastro, Atase militer (Atmil) Indonesia di Amerika Serikat (AS). Sutikno memberi tahu ada seorang jenderal dari Jakarta yang ingin berbicara dengan Oltmans. Sang jenderal menginap di kamar 1040 Hotel Hilton di Madison Avenue, New York. Oltmans pun segera menghampiri ke sana.
“Saya diterima oleh seorang bapak yang ramah dengan pakaian yang sesuai dengan ukuran badannya, yang ternyata adalah Jenderal S. Parman,” kenang Oltmans dalam memoarnya Bung Karno Sahabatku. Oltmans mencatat, pertemuan dengan S. Parman terjadi pada 18 Oktober 1964.
Di Belanda, Oltmans punya reputasi sebagai jurnalis investigatif yang tidak disukai pemerintah Belanda. Tulisan-tulisannya yang mendukung Indonesia dalam sengketa Irian Barat menyebabkannya dirinya kena cap persona non-grata lantas pindah ke AS. Secara pribadi, Oltmans juga bersimpati kepada Presiden Sukarno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















