- 26 Sep 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Jun
MINIATUR keretaapi dan wayang kulit. Dua hal itu jadi hobi Asisten I (Intelijen) Men/Pangad Mayjen Siswondo Parman. Soebagiono, adik Jenderal S. Parman, mengungkapkan kakaknya dekat dengan atasannya, Men/Pangad Letjen Ahmad Yani di lingkup militer dan juga dekat dengan Presiden Sukarno. Parman sering dimintai pendapat tentang lakon-lakon wayang apa yang cocok dipentaskan di Istana.
“Beliau memiliki dua kotak wayang kulit. Sambil duduk di kursi malas, beliau memainkan wayang, mengikuti cerita Ki Dalang lewat siaran RRI,” kenang Soebagiono, dikutip Berita Yudha, 17 Oktober 1965.
Sedangkan soal miniatur keretaapi, kata Sumirahayu istri sang jenderal dalam Tujuh Prajurit TNI Gugur 1 Oktober 1965: Tuturan Anak-Anak Pahlawan Revolusi, Keluarga Korban, dan Saksi pada Peristiwa Dini Hari, 1 Oktober 1965, Jenderal S. Parman punya beberapa koleksi yang disimpan di ruangan belakang yang cukup luas di kediamannya, Jalan Serang, Menteng, Jakarta Pusat. Sang jenderal acap memainkannya selepas kerja bakti di hari-hari libur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















