top of page

Mumi Ibu Hamil dan Janinnya

Temuan mumi ibu hamil ini memunculkan pertanyaan tentang kepercayaan dan kesehatan kehamilan di Mesir Kuno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peti mati dan mumi ibu muda yang tengah hamil. (National Museum di Warsawa/Warsawa Mummy Project).

  • 6 Mei 2021
  • 4 menit membaca

Selama beberapa dekade, salah satu mumi Mesir Kuno koleksi Museum Nasional di Warsawa sempat disangka mumi pendeta laki-laki. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mumi itu seorang perempuan hamil dengan janin yang masih di dalam perutnya. 


“Itu benar-benar tidak terduga,” kata Wojciech Ejsmond, arkeolog Polish Academy of Sciences yang memimpin penelitian itu, sebagaimana dikutip New York Times.


Para peneliti dari Polandia menemukan mumi perempuan hamil itu ketika melakukan studi komprehensif yang dimulai pada 2016. Mumi itu salah satu dari 40 lebih mumi koleksi Museum Nasional di Warsawa yang mereka kaji. 


“Antropolog kami memeriksa ulang area panggul mumi untuk menentukan jenis kelamin mumi dan memeriksa semuanya, dan dia mengamati sesuatu yang aneh di area panggul, semacam anomali,” kata Ejsmond. Anomali itu rupanya adalah kaki kecil janin.


Para peneliti menyimpulkan bahwa mumi itu dibuat pada sekira abad pertama SM. Pembalsemmembuatnya dengan hati-hati di beberapa titik. Dia dimakamkan di samping beragam perhiasan dan jimat.


“Jenazah itu milik seorang wanita berstatus tinggi yang dibungkus linen dan kain tenun polos dan disertai satu set jimat yang kaya,” jelas Ejsmond. 


Awalnya Diyakini Mumi Perempuan


Belum diketahui pasti dari mana mumi itu berasal. Sebelum menjadi koleksi Museum Nasional di Warsawa, pada 1826 mumi ini adalah sumbangan untuk Universitas Warsawa.


Penyumbang mumi itu mengklaim muminya berasal dari makam raja-raja di Thebes, yakni situs permakaman terkenal para Firaun kuno. Namun, dalam beberapa kasus, barang antik diklaim berasal dari tempat-tempat terkenal untuk meningkatkan nilainya. Karenanya para peneliti masih meragukan asal-usul mumi itu.


Awalnya mumi itu memang diyakini sebagai mumi perempuan. Mengingat peti matinya ditutupi ornamen warna-warni dan mewah.


“Mumi itu disebut ‘mumi seorang wanita’ pada abad ke-19,” tulis para ahli dalam jurnal hasil penelitian mereka yang dipublikasikan bulan lalu di Journal of Archaeological Science.


Namun, praduga itu berubah pada abad berikutnya. Pada 1920,terjemahan hieroglif di peti mati dan penutup mumi mengungkap nama pendeta laki-laki Mesir, Hor-Djehuty. Ditambah lagi hasil pemeriksaan radiologi pada 1990-an membuat beberapa orang menafsirkan jenis kelamin mumi itu adalah laki-laki.


Sebagaimana dilansir Smithsonian Magazine,ketika mumi kembali diteliti menggunakan sinar-X dan CT scan pada 2016, para arkeolog masih berharap akan menemukan tubuh laki-laki di bawah pembungkus kuno itu. “Kejutan pertama kami adalah bukannya menemukan penis, tetapi justru payudara dan rambut panjang, dan kemudian kami menemukan bahwa itu adalah wanita hamil,” jelas Marzena Ozarek-Szilke, antropolog dan arkeolog di Universitas Warsawa. “Ketika kami melihat kaki kecil dan kemudian tangan kecil , kami sangat terkejut.”


Menemukan mumi seseorang dalam peti mati orang lain tampaknya biasa terjadi di Mesir Kuno. Sebab, orang Mesir kuno menggunakan ulang peti mati yang pernah dipakai sebelumnya.


“Ada kalanya mumi tidak sama dengan peti mati tempat mereka disemayamkan,” kata Ejsmond. “Ini terjadi kira-kira 10 persen dari waktu ke waktu.”


Tapi ada catatan dalam penelitian itu bahwa kenyataannya selama abad ke-19, para penggali dan penjarah ilegal juga sering membuka sebagian mumi dan mencari benda-benda berharga sebelum mengembalikan mayatnya ke peti mati. “Tidak harus sama dengan tempat mumi itu ditemukan,” tulisnya.


Adapun mumi Warsawa ini memang menunjukkan tanda-tanda penjarahan. Kain pembungkusnya rusak pada bagian leher, di mana mungkin dulunya pernah menyimpan jimat dan kalung.


Penyebab Kematian


Soal penguburan perempuan hamil di Mesir Kuno sebenarnya sudah pernah diketahui. Namun, ini adalah penemuan mumi perempuan hamil yang pertama. 

“Ini seperti menemukan harta karun saat Anda memetik jamur di hutan,” kata Ejsmond. “Kami kewalahan dengan penemuan ini.”


Lewat pemindaian sinar-X diketahui sang ibu meninggal di usia antara 20 hingga 30 tahun. Sementara janin dalam kandungannya, dari ukuran kepalanya, berusia 26 dan 30 minggu. Jenis kelamin janin belum ditentukan.


Para ahli juga masih belum mengetahui bagaimana “perempuan misterius” itu meninggal. Namun, mengingat tingginya tingkat kematian ibu di dunia kuno, kemungkinan kehamilan adalah faktor kematiannya. Untuk memastikan penyebab kematiannya, peneliti akan menganalisis sampel kecil darah yang diawetkan di dalam jaringan lunak mumi.


Nasib Anak yang Belum Lahir


Para peneliti penasaran dengan janin yang dibiarkan utuh di dalam tubuh ibunya. Pasalnya, pada kasus lain, bayi yang lahir mati akan dimumikan dan dikuburkan bersama orang tua mereka.


Terlebih lagi, empat organ mumi, kemungkinan paru-paru, hati, perut, dan jantung, tampaknya telah diekstraksi, dibalsem, dan dikembalikan ke tubuh sesuai dengan praktik mumifikasi pada umumnya. Karenanya menjadi pertanyaan, mengapa si pembalsem tak melakukan hal yang sama pada bayi yang belum lahir. 


Para peneliti berhipotesis bahwa janin pada usia tersebut akan sulit diekstraksi karena ketebalan dan kekerasan rahim. Jadi, pembalsem yang membuat mumi si ibu, mungkin tak dapat mengeluarkan janin tanpa merusak tubuhnya atau janinnya.


“Mungkin juga ada alasan agama. Mungkin mereka mengira bayi yang belum lahir itu tidak memiliki jiwa atau akan lebih aman di dunia berikutnya,” kata Ejsmond kepada CNN


Dalam publikasi para peneliti tercatat bahwa “Studi ini membuka diskusi tentang kepercayaan Mesir Kuno, dapatkah seorang anak yang belum lahir pergi ke dunia akhir?”


Mereka berhipotesis, janin mungkin masih dianggap sebagai bagian dari tubuh ibunya karena belum lahir. Kepercayaan Mesir Kuno menyatakan bahwa penamaan adalah bagian penting sebagai seorang manusia. Karenanya bayi yang belum memiliki nama mungkin tak dianggap sebagai individu yang berbeda.


“Jadi, perjalanannya ke akhirat hanya bisa terjadi jika dia pergi ke dunia akhir sebagai bagian dari ibunya,” tulis para peneliti.


Penemuan janin itu pun sangat penting karena kehamilan dan komplikasinya biasanya hanya meninggalkan sedikit jejak. Bahkan tidak ada bukti osteologis.


Alexander Nagel, peneliti di departemen antropologi Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian, menyebut temuan mumi hamil itu sebagai “penemuan unik”. “Secara umum, belum banyak perempuan yang menjadi fokus studi di Egiptologi,” kata Nagel


Teks kuno ada yang memberikan beberapa wawasan tentang praktik seputar perempuan hamil pada zaman kuno. Papirus dari sekira 1825 SM misalnya, mengungkapkan bahwa bahan seperti madu dan kotoran buaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Namun tetap saja pengetahuan tentang perawatan prenatal (kehamilan) zaman Mesir Kuno tak banyak.  


Para peneliti pun berharap dengan mempublikasikan temuannya, keberadaan mumi perempuan hamil ini dapat menarik perhatian dari para dokter dan ahli di bidang lain untuk membantu tahap penelitian selanjutnya.


“Ini adalah dasar yang baik untuk memulai proyek yang lebih besar tentang mumi ini,” kata Ejsmond. “Karena akan membutuhkan banyak ahli untuk membuat penelitian interdisipliner yang layak.” Dengan demikian, temuan terbaru dari mumi Warsawa itu membuka jalur baru ke dalam studi kesehatan prenatal dunia kuno.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Layar bioskop dihujani lesatan panah dan tombak, desingan pedang dan peluru, serta ledakan bom. Menegangkan.
Layar bioskop dihujani lesatan panah dan tombak, desingan pedang dan peluru, serta ledakan bom. Menegangkan.
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
transparant.png
bottom of page