top of page

Naik Heli Cukup Bayar Pakai Kambing

Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel Pnb. Pramono Adam. (Fernando Randy/Historia).

  • 5 Agu 2019
  • 2 menit membaca

SAAT pertamakali mendapat tugas terbang mengangkut logistik ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur dalam rangka Dwikora, Lettu Pnb. AURI Pramono Adam mengingat pulau itu masih rimba raya. “Dari tengah Kalimantan mau ke timur, ke Balikpapan atau ke Tarakan, warna laut sama warna hutan sama: biru. Bukan hijau. Masih padat sekali (hutannya, red.),” ujarnya kepada Historia.


Celakanya, dalam mengemban tiap tugas memiloti helikopter angkut Mi-4 di pulau yang masih “perawan” itu, dia tak diberi panduan (SOP) dan diberi minim peralatan navigasi. “Jadi blind navigation. Nggak ada yang menunjukkan pada kita,” sambung lelaki yang akrab disapa Pram itu.


“Kalau diberi tugas, ini SP, one way trip. Kamu pulang ya syukur, nggak pulang ya nggak masalah. Karena yang harus accomplish itu misi yang pertama. Itu yang harus diselesaikan.”


Kendati berat, Pram pantang menolak tugas. “Kita senang aja,” kata Pram. Hal itu yang agaknya menjadi alasan Pangdam Mulawarman Mayjen Soemitro mengandalkan Pram untuk meninjau lapangan.


 “Pada saat-saat terakhir setelah pengalaman gagal jalan kaki, kami mendapat bantuan helikopter buatan Rusia (M-4). Mobilitas saya menjadi lebih tinggi. Inspeksi ke perbatasan lebih sering,” kata Soemitro dalam otobiografi yang ditulis Ramadhan KH, Dari Pangdam Mulawarman Sampai Pangkopkamtib.


Pada suatu hari di Pulau Bunyu, Pram diminta Soemitro menerbangkannya ke Tarakan. Setelah observasi singkat, Pram memberitahu bahwa mereka mesti terbang pukul 4 sore dan sang komandan menuruti.


Sesaat sebelum helikopter yang dipiloti Pram terbang, seorang penduduk datang tergopoh-gopoh ke helikopter itu. Orang itu menitipkan seorang keluarganya yang sudah beberapa bulan sakit untuk dibawa ke Tarakan. “Pak, saya nitip kambing untuk Bapak ya. Nanti di Tarakan sana disatelah,” kata penduduk tadi sebagaimana ditirukan Pram. “Saya dikasih kambing. Wah, naik pesawat dikasih (dibayar pakai) kambing,” ujarnya sambil tertawa dan menggelengkan kepala.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setalah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
transparant.png
bottom of page