top of page

Nicolaas Jouwe dari Papua Merdeka ke Republik Indonesia

Di masa mudanya aktif memperjuangkan kemerdekaan Papua. Di usia senja justru sikapnya berubah mendukung Papua tetap bersama Republik Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nicolaas Jouwe di Bandara Schiphol, Belanda, Juni 1962. (Arsip Nasional Belanda).

  • 11 Mei 2021
  • 3 menit membaca

NAMA Nicolaas Jouwe, mantan tokoh OPM disebut-sebut oleh beberapa media nasional. Kutipan berita Antaranews.com (8/5) misalnya, mewartakan bahwa pendiri OPM itu menyebut Veronica Koman tak berhak berbicara mengenai masalah Papua. Padahal, Nicolaas Jouwe telah wafat pada 16 September 2017 silam.


Setelah ditelusuri lagi, ternyata berita Antara mengandung kekeliruan. Pihak Antara telah mengakui kesalahan dalam penyebutan nama dan pemuatan foto. Sosok yang dimaksud bukanlah Nicolaas Jouwe melainkan Nicholas Messet. Kesalahan tersebut berasal dari sumber penulisan berita yakni siaran pers Satgas Nemangkawi. Tidak hanya Antara, kekeliruan serupa juga dikutip media lain seperti, JPNN.com, Okezone.com, dan Beritasatu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
transparant.png
bottom of page