Diperbarui: 15 Okt
BERITA Proklamasi kemerdekaan Indonesia menyulut euforia para pemuda di Semarang, Jawa Tengah. Mereka segera menguasai instalasi-instalasi sipil. Mr. Wongsonegoro, residen Semarang yang kemudian ditunjuk sebagai gubernur Jawa Tengah, berupaya menjembatani tuntutan pemuda dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) untuk melucuti senjata tentara Jepang.
Negosiasi berjalan lancar setelah Mayjen Nakamura Junji, panglima Tentara ke-16 Angkatan Darat Jepang di Jawa Tengah yang bermarkas di Magelang, mendapat restu dari Markas Besar Tentara ke-16 di Jakarta. Nakamura mengeluarkan perintah untuk menyerahkan senjata beserta amunisi.
Hambatan datang dari Kido Butai, pasukan elite Jepang yang dipimpin Mayor Kido Shinishiro. Mereka menolak menyerahkan senjata dan tetap berjaga di markas di Jatingaleh. Bahkan, Kido menghubungi kesatuan-kesatuan lain, seperti di Sumowono dan Ambarawa, agar bergabung guna memperkuat pertahanan Semarang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















