top of page

Pajak Judi Masa Kompeni

Tak hanya memungut pajak judi, VOC juga memberlakukan sejumlah aturan dengan sanksi berupa denda bagi yang melanggar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Orang Tionghoa sedang bermain judi pada 1890-an. (Lai Afong/Wikimedia Commons).

26 Jul 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Mei

JUDI online tengah menjadi sorotan, terlebih beberapa waktu lalu ramai diberitakan seorang wakil rakyat diduga bermain judi slot sewaktu rapat. Perkembangan teknologi yang pesatberdampak pada menjamurnya situs-situs judi online yang membuat banyak orang kecanduan.


Judi telah dimainkan sejak zaman kuno. Kendati merugikan dan melanggar norma agamanamun judi tak pernah sepi. Pada masa VOC, penduduk Batavia khususnya Tionghoa, kerap menghabiskan waktunya untuk berjudi. Arsiparis Mona Lohanda dalam Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia menulisrumah judi sudah dibuka sejak tahun 1620. “Izin membuka rumah judi diberikan kepada seorang Kapitan Cina,” tulis Mona.


Pada awal abad ke-18, tujuan bermain judi adalah kawasan Ji Lak Keng yang berarti “dua puluh enam bangunan”. Di wilayah yang kini menjadi bagian dari Jalan Perniagaan Barat itu berdiri rumah-rumah judi, madat, dan bordil mewah. Menurut Windoro Adi dalam Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi, lantai bawah rumah umumnya digunakan untuk mengisap madat dan berjudi, sementara lantai atas dimanfaatkan untuk prostitusi. Namun, ada pula yang menjadikan kedua lantai rumah untuk prostitusi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page