- 6 Des 2022
- 6 menit membaca
Diperbarui: 8 Agu
SOSOK bersenjata peluit dengan jersey biru sendiri di dalam duel dua tim di lapangan hijau itu pasti memiliki fisik dan stamina prima. Selain mesti berlari mengikuti ke mana bola pergi dengan jarak maksimal 20 yard (18 meter) dari bola sepanjang laga, ia berani dan tegas. Itulah Stéphanie Frappart, wasit yang memimpin laga terakhir Grup E antara Kosta Rika kontra Jerman pada 1 Desember 2022.
Kehadiran Frappart di Ahmad bin Ali Stadium itu jadi momen bersejarah bagi kaum perempuan. Untuk pertamakalinya dalam 92 tahun dan 942 pertandingan dalam catatan sejarah Piala Dunia, wasit perempuan memimpin pertandingan.
Di momen bersejarah itu, Frappart tak hanya sendiri. Wasit kelahiran Le Plessis-Bouchard, Prancis pada 38 tahun silam itu ditemani duet hakim garis yang juga perempuan, Neuza Ines Back dari Brasil dan Karen Díaz Medina asal Meksiko.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















