- 21 Nov 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Apr
KENDATI masih dianggap tabu oleh banyak kalangan masyarakat, pendidikan seks dianggap oleh sebagian kalangan perlu diberikan sedini mungkin agar anak-anak paham. Banyak media memberitakan tentang itu saat ini. Banyaknya kasus pelecehan atau bahkan pemerkosaan membuat urgensi pendidikan seks semakin tinggi.
Pendidikan untuk remaja atau dewasa juga tak kalah penting. Banyak juga orang dewasa yang belum paham seks.
Dalam kebudayaan Jawa, pendidikan seks sudah ada sejak dahulu. Umumnya ditulis dalam bentuk karya sastra melalui serat-serat. Pada 1816 sebuah materi ajar tentang seks muncul dalam serat berjudul Serat Nitimani, tanpa diketahui nama penulisnya. Serat yang ditulis di wilayah Surakarta ini berupa karya sastra dalam bentuk piwulang (nasihat) yang berisi ajaran dalam melakukan hubungan seks.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















