- 2 Jan 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
SUATU hari di masa Perang Kemerdekaan sedang berkecamuk, di Pelabuhan Situbondo terdapat sebuah kapal yang sedang mengisi muatan dari Pulau Kalukalukuang. Perahu itu milik Hajah Siti Hawa.
Letnan M Amier melihat perahu itu dan mendatangi pemiliknya. Setelah sebuah pembicaraan, kapal milik Siti Hawa itu kemudian digunakan oleh Republik Indonesia.
“Perahu yang diserahkan oleh Haji Siti Hawa adalah jenis lete, dibuat pada tahun 1931 oleh Almarhum Haji Mochamad Thohir suami Haji Siti Hawa dengan nama asli Kapten Baru. Perahu yang mempunya daya muat 15-20 ton itu apabila untuk mengangkut orang bisa memuat 40-50 orang,” catat F Purwono dalam Perjalanan Kapten Pahlawan Laut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















