top of page

Babu-babu Laut Indonesia di Perang Dunia II

Mereka kuli rendahan di kapal. Banyak yang terbunuh di Perang Dunia dan setelah 1945 ada yang melawan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

HNLMS Java diserang pesawat Jepang pada 15 Februari 1942. (Australian War Memorial/Wikimedia Commons).

  • 20 Okt 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

SAMUDERA Atlantik masih berkecamuk oleh Perang Dunia II ketika Djojoh ikut berlayar di kapal motor MS Madoera pada 1943. MS Madoera bukan kapal perang. Pun Djojoh bukan tentara. Dia hanyalah seoerang babu.


Sebuah kapal besar sudah pasti memiliki banyak pekerja selain kelasi, masinis, mualim, dan nakhodanya. Ada segolongan pekerja kapal yang kurang dibicarakan dalam sejarah, yakni pekerja kasar atau kuli. Pekerjaan mereka seperti angkut-angkut barang, memasak, mencuci, dan membersihkan kapal. Mereka biasa disebut sebagai babu laut. Namun di zaman Hindia Belanda, mereka disebut bedinde.


“Istilah bedinde dipinjam dari bahasa Belanda bediende yang sejatinya berarti pengabdi. Kata tersebut digunakan untuk menyebut pembantu rumah tangga laki-laki atau perempuan yang melayani keperluan majikannya. Terdapat julukan khusus untuk bedinde laki-laki, yaitu jongos. Sama halnya dengan pembantu perempuan yang dijuluki babu,” tulis Olivier Johannes Raap dalam Potret Pendoedoek di Djawa Tempo Doeloe.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
Perang mengubah makna turisme dari lalu lintas orang asing menjadi lalu lintas wisatawan, baik asing maupun lokal.
Perang mengubah makna turisme dari lalu lintas orang asing menjadi lalu lintas wisatawan, baik asing maupun lokal.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Layang-layang, kentang, dan makanan kaleng ternyata berkaitan dengan perang. Bagaimana jika tentara perang lawan burung.
Layang-layang, kentang, dan makanan kaleng ternyata berkaitan dengan perang. Bagaimana jika tentara perang lawan burung.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Tidak hanya dalam menyuarakan HAM, ketiga pelari peraih medali Olimpiade 1968 juga “kompak” menerima konsekuensi pahitnya.
Tidak hanya dalam menyuarakan HAM, ketiga pelari peraih medali Olimpiade 1968 juga “kompak” menerima konsekuensi pahitnya.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
transparant.png
bottom of page