- 20 Okt 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 25 Apr
SAMUDERA Atlantik masih berkecamuk oleh Perang Dunia II ketika Djojoh ikut berlayar di kapal motor MS Madoera pada 1943. MS Madoera bukan kapal perang. Pun Djojoh bukan tentara. Dia hanyalah seoerang babu.
Sebuah kapal besar sudah pasti memiliki banyak pekerja selain kelasi, masinis, mualim, dan nakhodanya. Ada segolongan pekerja kapal yang kurang dibicarakan dalam sejarah, yakni pekerja kasar atau kuli. Pekerjaan mereka seperti angkut-angkut barang, memasak, mencuci, dan membersihkan kapal. Mereka biasa disebut sebagai babu laut. Namun di zaman Hindia Belanda, mereka disebut bedinde.
“Istilah bedinde dipinjam dari bahasa Belanda bediende yang sejatinya berarti pengabdi. Kata tersebut digunakan untuk menyebut pembantu rumah tangga laki-laki atau perempuan yang melayani keperluan majikannya. Terdapat julukan khusus untuk bedinde laki-laki, yaitu jongos. Sama halnya dengan pembantu perempuan yang dijuluki babu,” tulis Olivier Johannes Raap dalam Potret Pendoedoek di Djawa Tempo Doeloe.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















