- 24 Jul 2018
- 2 menit membaca
TAK lama setelah menerima Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966), Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto bertemu dengan Ratna Sari Dewi di lapangan golf di Rawamangun, Jakarta Timur. Pertemuan itu diatur dengan hati-hati mengingat Dewi adalah istri Presiden Sukarno.
Brigjen TNI Yoga Sugomo, asisten I (intelijen) Kostrad, menyebut gagasan pertemuan itu berasal dari Martono, kelak menjadi menteri transmigrasi. Tujuan pertemuan itu untuk mengorek informasi kegiatan dan kebijakan Sukarno pada saat-saat menjelang peristiwa 30 September 1965.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















