- 11 Des 2019
- 2 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
APRIL 1965, Pierre Tendean kedatangan kawan lama bernama Soesono. Pierre dan Soesono adalah sejawat seangkatan semasa menempuh pendidikan taruna di Akademi Teknik AD (Atekad, kini masuk satuan Zeni). Keberadaan Soesono di Jakarta sehubungan dengan tugas menjemput truk yang akan digunakan peletonnya di Sei Mencirim, Medan. Sebagai bentuk keramahan, Pierre mengajak Soeseno makan bakmi di Jalan Sambas, Blok M, Jakarta Selatan.
Setelah makan, perjalanan dilanjutkan ke paviliun dinas Pierre di Jalan Teuku Umar, Menteng yang juga kediaman Jenderal Abdul Haris Nasution. Pierre memang merupakan ajudan Nasution. Di tengah jalan, Soesono dikejutkan dengan temuan sepucuk pistol di lantai kabin belakang jip. Merasa heran dengan keberadaan senjata tersebut, Soesono menanyakannya kepada Pierre. Ditanya demikian, Pierre hanya tertawa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















