- 22 Jul 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 25 Mei
PLAYSTATION yang dirilis pertama kali di Jepang pada 1994 sukses mencuri perhatian anak-anak hingga orang dewasa. Setahun berselang, konsol permainan grafis dari era 32-bit yang juga dikenal dengan nama PSOne, itu diluncurkan di Amerika Serikat. Berbeda dengan game arcade yang populer tahun 1970 dan 1980-an, di mana pemain harus memasukan koin untuk dapat memainkannya, video game PlayStation menggunakan cakram padat atau CD, yang menandai peralihan industri video game dari kartrid.
Kemunculan PlayStation menjadi penanda kebangkitan Sony di dunia video game. Menurut Bryan Mitchell Young dalam Encyclopedia of Video Games: The Culture, Technology, and Art of Gaming, upaya mengembangkan permainan ini sudah dilakukan sejak tahun 1988, ketika perangkat ini mulanya dirancang sebagai perangkat tambahan untuk konsol Super Nintendo Entertainment System (SNES) milik Nintendo.
“Dikenal sebagai ‘Play Station’ (dua kata), perangkat ini memungkinkan Nintendo untuk membuat game berbasis CD-ROM. PlayStation baru dipahami sebagai sebuah perangkat permainan yang berdiri sendiri pada 1991, ketika, setelah hubungan antara Sony dan Nintendo memburuk, Nintendo mengumumkan bahwa Philips akan membuat perangkat tambahan CD-ROM untuk Nintendo,” tulis Young.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















