top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Polemik Kapal Van Der Wijck

Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka dituduh plagiat. Ada yang mendukung tuduhan itu, ada pula yang membela Hamka.

Oleh :
1 Mei 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Buya Hamka di Singapura tahun 1956. (bertuahpos.com).

  • 1 Mei 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 14 Feb

PADA 7 September 1962, lewat tulisannya di “Lentera” milik Bintang Timur, Abdullah Said Patmadji menuduh novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka merupakan plagiat dari novel Al Majdulin atau Magdalaine karya sastrawan Mesir Mustafa Al Manfaluthi. Al Majdulin sendiri merupakan terjemahan dari novel Sous les Tilleuls karya Alphonse Karr. 


Artikel berjudul “Hamka, Benarkah Dia Manfaluthi Indonesia?” itu menggemparkan dunia sastra Indonesia. Mereka terbelah, ada yang mendukung Abdullah dan ada pula yang mendukung Hamka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page