top of page

Portugis Kena Prank di Malaka

Portugis pernah jadi penguasa Malaka, yang semula mereka kira sebagai sumber rempah.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 4 Jul 2024
  • 3 menit membaca

AIRNYA memang tidak jernih, tapi bersih. Pun pedestrian dan deretan bangunan di kiri-kanannya, semua bersih dan rapi. Begitulah kondisi Sungai Malaka di bagian sebelum muara siang 30 Juni 2024 itu.  


Tak hanya berisi bangunan modern macam Dataran Pahlawan Melaka Megamall, kawasan di pesisir kota Malaka itu juga kaya bangunan tua. Tak jauh dari tepian Sungai Malaka tadi terdapat kawasan perbentengan Eropa. Salah satunya, Benteng Famosa yang menjadi peninggalan Portugis. Ia saksi bisu ramainya Malaka sebagai bandar utama di Selat Malaka beberapa abad silam yang didatangi orang dari berbagai tempat, termasuk Eropa.


Orang Eropa awalnya meyakini bahwa rempah-rempah yang diperdagangkan orang Arab dan India dihasilkan di Malaka, Semenanjung Malaya. Laksamana Portugis Afonso d’Albuquerque pun datang ke Malaka. Albuquerque berambisi mendapatkan rempah yang akan menghasilkan cuan itu.


Sejak 1511, Portugis telah memperlihatkan taringnya di Malaka. Armada Portugis di bawah Albuquerque berhasil menduduki negeri-kota itu dan melumpuhkan kuasa Sultan Mahmud yang berkuasa di sana namun kemudian dibiarkan berkuasa di bawah Portugis.


Sebagai penguasa Malaka, Albuquerque lalu mengangkat konsul dan syahbandar untuk pedagang Islam dan Hindu. Malaka sebagai bandar dagang tentu memberi pemasukan besar pada Portugis.


“Ketika Malaka telah diduduki Portugis, setiap kapal Melayu yang masuk atau keluar pelabuhan harus membayar pajak ekstra. Tarifnya 2 real untuk setiap orang jika awak kapalnya lima orang atau kurang. Kapal yang mempunyai awak kapal lebih banyak harus membayar 3 cruzado bagi setiap orang,” tulis Adrian B. Lapian dalam Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17.


Di zaman Albuquerque, Malaka adalah kota dagang kuat. Ia pusat perdagangan antara selatan dan timur.


Posisi strategis Malaka itu mendorong banyak bangsa ingin menguasainya. Portugis selaku penguasa tentu mendapatkan gangguan di Malaka. Pati Unus dari Demak adalah salah satu gangguan penting di awal kekuasaan Portugis di Malaka. Armada Demak menyerbu pada tahun 1513.


Sebelumnya, 1511-1512, Pati Katir memimpin orang Jawa dalam sebuah kerusuhan. Kerusuhan dipicu terbunuhnya Utimatiraja di tangan Portugis karena tuduhan pemerasan, penindasan, dan pengkhianatan.


Setelah Demak, giliran Aceh di utara dan Johor di tenggara menjadi penantang. Keduanya juga menginginkan Malaka yang merupakan salah satu bandar utama di Selat Malaka.  


“Sejak pertengahan abad ketujuh belas, orang Aceh mulai menantang Portugis Melaka untuk hegemoni Selat tersebut, dengan melancarkan serangkaian serangan angkatan laut. Dari selatan, Melayu Johor-Riau memperbarui ambisinya untuk merebut kembali Melaka, bekas pusat kekuasaan dan kebanggaan Melayu. Selat tersebut kemudian terpecah menjadi tiga zona pengaruh yang saling bersaing, yaitu. Aceh di utara, Melaka Portugis di tengah, dan Johor-Riau di selatan. Pertarungan tiga sudut, pertarungan segitiga untuk menguasai Selat, pun terjadi. Namun tidak ada pemenang yang jelas, konflik yang berlarut-larut justru melemahkan semua pesaing,” tulis Ooi Keat Gin dalam artikel “‘Bridge’ to ‘Fence’: A Maritime History of the Straits of Malacca” di Journal of Maritime Studies and National Integration No. 6, 2022.


Dengan segala gangguan yang dialaminya, Portugis bisa berkuasa di Malaka lebih dari seabad, 1511-1641. Selama di Malaka, orang Portugis rajin membeli beras untuk bertahan hidup. Mereka cukup bisa makan nasi. Beras itu didapatkan Portugis dari Sulawesi Selatan. Menurut Christian Pelras dalam Manusia Bugis, seorang Portugis bernama Pinto telah menghitung bahwa beras yang dibeli dari Sulawesi Selatan cukup untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Portugis di Malaka.


Dari Malaka pula, Portugis mendekati banyak kerajaan di timur Nusantara. Persekutuan dengan beberapa kerajaan diusahakan Portugis. Sepanjang berkuasa di Malaka, Portugis mendapatkan banyak komoditas dari timur. Yang terpenting tentu rempah-rempah dari Kepulauan Maluku. Di sanalah rempah-rempah yang amat diinginkan Portugis dihasilkan.


Sebaliknya, kerajaan-kerajaan itu juga berusaha bersahabat dengan orang-orang Portugis demi perlindungan. Beberapa raja, seperti raja Siang di Pangkajene Kepulauan dan raja Suppa di utara Parepare, bahkan tertarik dengan agama orang Portugis. Kerajaan-kerajaan itu ingin aman dari gangguan kerajaan macam Gowa dan menginginkan persekutuan militer. Jadi selain pendeta, mereka ingin tentara pula. Namun belakangan, Portugis malah dekat dengan Gowa. Apalagi setelah Portugis kehilangan Malaka, yang awalnya dianggap oleh d’Albuquerque dan orang-orang Eropa lain sebagai penghasil rempah-rempah namun ternyata bukan.


“Albuquerque merasa di-prank,” kata Dr. Daya Negri Wijaya, pengajar sejarah Universitas Malang, dalam rangkaian acara Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) di Dumai, 18 Juni 2024.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Penampilan Frans Meeng di Piala Dunia 1938 dipuji media Belanda. Perang membuat dia dan kakaknya yang bermain di klub yang sama harus menderita di Samudera Hindia dengan akhir berbeda.
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
transparant.png
bottom of page