Diperbarui: 10 Sep
AIRNYA memang tidak jernih, tapi bersih. Pun pedestrian dan deretan bangunan di kiri-kanannya, semua bersih dan rapi. Begitulah kondisi Sungai Malaka di bagian sebelum muara siang 30 Juni 2024 itu.
Tak hanya berisi bangunan modern macam Dataran Pahlawan Melaka Megamall, kawasan di pesisir kota Malaka itu juga kaya bangunan tua. Tak jauh dari tepian Sungai Malaka tadi terdapat kawasan perbentengan Eropa. Salah satunya, Benteng Famosa yang menjadi peninggalan Portugis. Ia saksi bisu ramainya Malaka sebagai bandar utama di Selat Malaka beberapa abad silam yang didatangi orang dari berbagai tempat, termasuk Eropa.
Orang Eropa awalnya meyakini bahwa rempah-rempah yang diperdagangkan orang Arab dan India dihasilkan di Malaka, Semenanjung Malaya. Laksamana Portugis Afonso d’Albuquerque pun datang ke Malaka. Albuquerque berambisi mendapatkan rempah yang akan menghasilkan cuan itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












