Diperbarui: 5 hari yang lalu
DARI Malang, wabah pes yang muncul sejak 1910 mulai menjalar ke berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Di Surakarta, penyakit pes mulai muncul pada 1913 dan mulai merebak secara masif setahun setelahnya.
Kasus pertama berasal dari orang Belanda yang merupakan pendatang dari perkebunan tebu di Pasuruan. Ia meninggal karena pes di Stasiun Kereta Api Jebres, Surakarta dan sejak itu penyakit pes mulai menulari orang-orang Sala.
Maret 1915, epidemi pes pecah di Kota Surakarta. “Wabah pes yang semula hanya berkembang di wilayah kota kemudian menyebar keluar kota itu,” tulis Wasino dalam Kapitalisme Bumiputera, Perubahan Masyarakat Mangkunegaran.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















