top of page

Pungutan untuk Bangunan Suci

Meski sudah dinyatakan sebagai daerah perdikan yang bebas pajak bukan berarti wilayah dengan bangunan suci bebas pungutan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 20 Mei 2019
  • 3 menit membaca

Memelihara dan mengelola bangunan suci butuh biaya tak sedikit. Sekelompok orang yang bertugaskan diperbolehkan tidak membayar pajak kepada kerajaan. Wilayahnya ditetapkan sebagai desa perdikan atau sima. Namun bukan berarti anugerah sima membebaskan mereka sama sekali dari pungutan.


Menurut epigraf Boechari dalam “Candi dan Lingkungannya” yang disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi 1977, tanah sima justru punya kewajiban khusus, menghasilkan biaya bagi pelaksanaan upacara keagamaan di dalamnya.


“Ada upacara keagamaan dan saji-sajian yang harus dilakukan setiap hari, setiap bulan, dua kali setahun, dan setahun sekali, juga untuk pemeliharaan bangunannya,” catatnya.


Kewajiban-kewajiban itu tertulis dalam prasasti. Dalam Prasasti Kwak I (879 M) disebutkan sebidang tanah tegalan di Desa Kwak dianugerahi oleh Raja Rakai Kayuwangi dari era Mataram Kuno menjadi tanah sima. Tanah yang masih menjadi wilayah Rakai Wka itu dijadikan sima bagi prasada di desa setempat. Tanah tegalan seluas 5 tampah itu akan dijadikan sawah, dengan kewajiban mempersembahkan bunga-bungaan di bangunan suci pada tiap Bulan Caitra dan Asuji.


Prasasti Taji (901 M) menyebut kabikuan atau tempat tinggal para biksu di Raja punya kewajiban mempersembahkan uang emas sebanyak 2 ku. Itu untuk membeli dupa bagi pemujaan bhatara di Raja yang harus dilakukan tiap Bulan Caitra dan Asuji.


Prasasti Gulung-Gulung (929 M) menyatakan permohonan izin kepada raja Mpu Sindok dari seorang penguasa daerah, Rakryan Hujung Mpu Madhuralokaranjana untuk menetapkan tanah sima. Tanah yang diharapkannya menjadi sima ada di Gulung-Gulung seluas tapak su 7, juga hutan di Bantara seluas setengah su. Tanah itu akan dijadikan sawah. Kewajibannya memberi persembahan bagi san hyang kahyangan di Pangawan berupa seekor kambing dan 1 pāda (beras?) yang diadakan setahun sekali.


Karenanya sebagaimana dijelaskan Boechari soal ada tidaknya pungutan, tak ada yang membedakan antara tanah berstatus sima dan yang bukan. Bedanya hasil pungutan atau pajak dan denda masuk ke kas kerajaan. Sementara yang dipungut dari tanah sima digunakan untuk berbagai keperluan bagi bangunan suci.


Boechari pun menjelaskan, selanjutnya sebuah daerah sima akan berstatus swatantra. Ia tak boleh lagi dimasuki oleh patih, wahuta, nayaka, pratayaya, pangkur, tawan, tirip, rama dan semua orang yang tergolong mangilala drawya haji. Mereka ini adalah kelompok pejabat yang berhubungan dengan pemungutan pajak.


Pun mengenai denda-denda atas tindak pidana. Ini termasuk yang dilakukan orang asing dan orang yang tergolong wargga kilalan yang tinggal di dalam lingkungan daerah sima. Uangnya akan dikuasai oleh bhatara di dalam bangunan suci yang mendapat sima, bukannya masuk ke kas pemerintah.


Lalu pemasukan untuk membiayai serangkaian upacara di lingkungan candi itu juga rupanya bisa datang dari pajak usaha dan pajak perdagangan. Ada jumlah tertentu dari pajak itu yang tidak diberikan untuk kerajaan.


“Dengan kata lain, hanya sebagian saja dari pungutan pajak perdagangan digunakan untuk kebutuhan bangunan suci,” ujar Boechari.


Untuk pajak usaha, ada dua macam ketentuan. Terkadang seluruh pajak usaha, yang umumnya digambarkan sebagai usaha kerajinan tangan, semata-mata diberikan untuk sang bhatara. Ada kalanya pula pajak usaha harus dibagi tiga, sepertiga masuk ke kas kerajaan, sepertiga untuk mereka yang mengurus sima, sisanya dikuasai bhatara di bangunan suci yang bersangkutan.


Kata Boechari, melihat keterangan itu pastinya ada organisasi sipil yang mengelola suatu bangunan suci dan sima-nya. Bisa dibayangkan, pemerintah sipil di dalam lingkungan sima tetap berjalan seperti biasanya. Mereka, sebagaimana biasanya, menarik pajak dari petani, pedagang, dan pengusaha. Pengadilan daerah tetap mengadili semua tindak pidana dan perdata yang terjadi di lingkungan sima. Itu baik yang dilakukan oleh penduduk setempat maupun oleh orang-orang asing. Adapun organisasi keagamaan mengurusi upacara keagamaan yang harus dilakukan di dalam bangunan suci itu.


“Suatu sima tak bebas sama sekali dari bermacam-macam pungutan,” lanjut Boechari.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
transparant.png
bottom of page