- 3 Apr 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 21 Jul
NARATOR film bisu seperti benshi tak hanya muncul di Jepang pada awal abad ke-20. Selama periode tersebut, di Korea juga muncul pyonsa atau byoensa yang bertugas menjelaskan dan menarasikan film bisu kepada penonton Korea. Namun, yang menarik pyonsa juga berperan besar dalam mendorong semangat nasionalisme dan menjadi corong perlawanan terhadap penjajahan Jepang.
Meski tanggal pasti asal muasal profesi ini belum dapat ditentukan, pyonsa diperkirakan mulai dikenal pada 1907, bersamaan dengan berdirinya bioskop di Korea. Meski begitu, pyonsa bukanlah ciptaan Korea. Peran ini diadopsi dari benshi di Jepang.
Areum Jeong menulis dalam How the Pyonsa Stole the Show: The Performance of the Korean Silent Film Narrators bahwa narator film diperlukan untuk penonton karena film-film yang ditayangkan pada masa awal perkembangan film di Korea merupakan buatan luar negeri dan terdiri dari budaya asing. Karena penonton Korea pada umumnya hanya memiliki sedikit pengetahuan dan wawasan mengenai budaya di luar budaya lokal mereka, peran pyonsa sangat penting dalam menjembatani hubungan antara film yang ditayangkan dengan penonton.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















