- 21 Agu 2024
- 3 menit membaca
PADA 1943, Raja Gianyar Anak Agung Ngurah Agung digantikan oleh putranya yang jebolan sekolah tinggi hukum Recht Hogeschool Batavia zaman Hindia Belanda. Kendati Anak Agung Ngurah Agung tidak meninggal dunia, dia tak jadi raja karena dibuang penguasa Jepang ke Lombok.
Anak Agung Gde Agung, raja yang menggantikan itu, menjadi raja yang kuat di Bali setelah Jepang kalah. Dia adalah pemimpin milisi Pemuda Pembela Negara (PPN) yang terbentuk sekitar 1945. Milisi yang berubah haluan politik itu menjadi andalan sang raja.
“Tadinya bertujuan menjaga keamanan daerah Gianyar saja serta melindungi Puri Raja Gianyar, dengan mendadak sontak menyatakan bekerja sama dengan NICA,” kata Nyoman S. Pendit dalam Bali Berjuang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















