top of page

Raja Bali yang Digosipkan Punya Harem

Raja Bali ini dituduh oleh seorang penulis di suratkabar memaksa gadis-gadis menjadi harem. Anaknya yang pejabat tak terima dan menggugatnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anak Agung Gde Agung sedang berbincang dengan Sultan Hamid II. Anak Agung pernah menggugat orang yang menulis miring tentang ayahnya. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).)

21 Agu 2024
3 menit membaca

PADA 1943, Raja Gianyar Anak Agung Ngurah Agung digantikan oleh putranya yang jebolan sekolah tinggi hukum Recht Hogeschool Batavia zaman Hindia Belanda. Kendati Anak Agung Ngurah Agung tidak meninggal dunia, dia tak jadi raja karena dibuang penguasa Jepang ke Lombok.


Anak Agung Gde Agung, raja yang menggantikan itu, menjadi raja yang kuat di Bali setelah Jepang kalah. Dia adalah pemimpin milisi Pemuda Pembela Negara (PPN) yang terbentuk sekitar 1945. Milisi yang berubah haluan politik itu menjadi andalan sang raja.


“Tadinya bertujuan menjaga keamanan daerah Gianyar saja serta melindungi Puri Raja Gianyar, dengan mendadak sontak menyatakan bekerja sama dengan NICA,” kata Nyoman S. Pendit dalam Bali Berjuang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page