top of page

Ratu Banten Ditahan di Pulau Edam

Ratu Syarifah Fatimah berambisi menguasai Kesultanan Banten. VOC mendukungnya, tapi kemudian membuangnya ke Pulau Edam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ki-ka: Masjid dan Menara Banten. Inset: Makam Ratu Syarifah Fatimah di Pulau Edam Kepulauan Seribu. Foto koleksi Sri Rahmi Purnamasari.

9 Okt 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

SULTAN Zainul Arifin memimpin Kesultanan Banten antara 1733-1748. Namun, istrinya, Ratu Syarifah Fatimah, menginginkan kekuasaannya. Untuk memuluskan tujuannya, Ratu Syarifah bersekutu dengan VOC.


Ratu Syarifah merancang konflik antara Sultan Zainul Arifin dan putranya, Pangeran Gusti. Hasilnya, putra mahkota diasingkan ke Ceylon (Sri Lanka). Ratu Syarifah kemudian mendorong kemenakan laki-lakinya, Syarif Abdullah, sebagai putra mahkota yang baru pada 1747.


Namun, menurut M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern, putra mahkota yang baru itu terlalu muda untuk memerintah, sementara Zainul Arifin menunjukkan tanda-tanda penyakit jiwa. Karenanya, atas persetujuan Ratu Syarifah, VOC menangkap dan membuang Sultan Zainul Arifin ke Ambon. Atas restu VOC, Ratu Syarifah kemudian menjadi “wali Sultan”. Namun kalangan elite Banten menentang pemerintahan Ratu Syarifah yang menindas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page