top of page

Ratu Banten Ditahan di Pulau Edam

Ratu Syarifah Fatimah berambisi menguasai Kesultanan Banten. VOC mendukungnya, tapi kemudian membuangnya ke Pulau Edam.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 9 Okt 2013
  • 2 menit membaca

Ki-ka: Masjid dan Menara Banten. Inset: Makam Ratu Syarifah Fatimah di Pulau Edam Kepulauan Seribu. Foto koleksi Sri Rahmi Purnamasari.


SULTAN Zainul Arifin memimpin Kesultanan Banten antara 1733-1748. Namun, istrinya, Ratu Syarifah Fatimah, menginginkan kekuasaannya. Untuk memuluskan tujuannya, Ratu Syarifah bersekutu dengan VOC.


Ratu Syarifah merancang konflik antara Sultan Zainul Arifin dan putranya, Pangeran Gusti. Hasilnya, putra mahkota diasingkan ke Ceylon (Sri Lanka). Ratu Syarifah kemudian mendorong kemenakan laki-lakinya, Syarif Abdullah, sebagai putra mahkota yang baru pada 1747.


Namun, menurut MC Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern, putra mahkota yang baru itu terlalu muda untuk memerintah, sementara Zainul Arifin menunjukkan tanda-tanda penyakit jiwa. Karenanya, atas persetujuan Ratu Syarifah, VOC menangkap dan membuang Sultan Zainul Arifin ke Ambon. Atas restu VOC, Ratu Syarifah kemudian menjadi “wali Sultan”. Namun kalangan elite Banten menentang pemerintahan Ratu Syarifah yang menindas.


“Proyek-proyek pembangunannya di istana meletakkan beban (kepada) jelata maupun kaum bangsawan,” tulis Ricklefs.


Penentangan memuncak dengan pemberontakan besar pada Oktober 1750 di bawah pimpinan seorang guru agama bernama Kiai Tapa. Pertempuran terjadi. Sebagian besar wilayah Banten jatuh ke tangan pemberontak. Sementara VOC hanya mampu mempertahankan dua bentengnya di dalam kota.


Tak ingin menderita kekalahan di Banten dan Mataram, VOC mengambil langkah strategis dengan menangkap Ratu Syarifah dan kemenakannya, lalu menahannya di Pulau Edam Kepulauan Seribu. Rencananya, mereka akan diasingkan ke Saparua, Maluku. Namun, Ratu Syarifah keburu meninggal dan dimakamkan di Pulau Edam.


“Pangeran Syarif Abdullah selanjutnya dibuang ke Banda dan hidup mewah di sana atas biaya VOC selama 39 tahun,” tulis Thomas B. Ataladjar dalam Toko Merah.


VOC kemudian menyerahkan tahta Kesultanan Banten kepada Arya Adi Santika, saudara lelaki Sultan Zainul Arifin. Dia menjadi “wali Sultan” sampai kembalinya putra mahkota yang diasingkan.


Pengangkatan Arya Adi Santika tak menghentikan perlawanan para pemberontak. VOC mengerahkan lebih dari seribu pasukan (Eropa dan pribumi) untuk memukul mundur pasukan pemberontak. Kiai Tapa melawannya dengan melakukan pembakaran, perampokan, dan pembunuhan di dataran-dataran tinggi Batavia.


Menurut Ricklefs, Kiai Tapa dan pewaris tahta yang didukungnya, Ratu Bagus Buang, keponakan Sultan Zainul Arifin, berhasil menyelamatkan diri. Bagus Buang kemudian menghilang. Untuk beberapa waktu lamanya Kiai Tapa melancarkan serangan-serangan yang tidak teratur terhadap VOC di Selat Sunda, di dekat Bandung, dan Bogor. Sesudah itu, dia pergi ke arah timur untuk melibatkan diri dalam Perang Suksesi Jawa III (1746-1757) –perang antara Paku Buwono II dan III yang dibantu VOC melawan Pangeran Mangkubumi yang dibantu Raden Mas Said; perang ini berakhir dengan Perjanjian Giyanti yang membagi kekuasaan menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Dan, Kiai Tapa pun akhirnya menghilang.


Pangeran Gusti, putra Sultan Zainul Arifin, yang diasingkan dibawa kembali dari Sri Lanka pada 1753 dan diangkat menjadi sultan dengan nama Sultan Zainul Asyikin (1753-1777). “Setelah itu,” tulis Ricklefs, “Banten secara resmi menjadi suatu wilayah jajahan VOC. Banten kembali damai tetapi perdamaian tercapai bersama-sama dengan tunduknya kepada kekuasaan VOC.”

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
In addition to the epigraphs found on the seven inscriptions, historical sources regarding Tarumanagara also come from statues and temples at two archaeological sites.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah lahir dari keluarga menak terpandang. Memilih jalan perjuangan.
bg-gray.jpg
Pernah dicampakkan dan ditipu intel Jepang, Shamsiah Fakeh lantang menyuarakan emansipasi perempuan. Dituduh bunuh anak sendiri saat gerilya di hutan.
bg-gray.jpg
Jenderal sekaligus pahlawan Italia ini sedang menakhodai kapalnya ketika Perang Aceh meletus. Di perairan Aceh, dia kena kolera.
Pernah ada masalah dengan pejuang seberang, Soeharto lama tidak memberi tempat orang-orang Sulawesi dalam posisi kunci militer. Jenderal M. Jusuf pengecualiannya.
Pernah ada masalah dengan pejuang seberang, Soeharto lama tidak memberi tempat orang-orang Sulawesi dalam posisi kunci militer. Jenderal M. Jusuf pengecualiannya.
Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.
Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.
Eksperimen penjara Stanford dihentikan setelah banyak tahanan yang menunjukkan gangguan psikologis dan para penjaga berlaku sewenang-wenang.
Eksperimen penjara Stanford dihentikan setelah banyak tahanan yang menunjukkan gangguan psikologis dan para penjaga berlaku sewenang-wenang.
Lomba asah-otak layaknya cerdas cermat mulanya untuk para serdadu Perang Dunia II. Radio hingga televisi lantas mengadaptasinya untuk pelajar.
Lomba asah-otak layaknya cerdas cermat mulanya untuk para serdadu Perang Dunia II. Radio hingga televisi lantas mengadaptasinya untuk pelajar.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
transparant.png
bottom of page