- 13 Apr 2018
- 2 menit membaca
SETELAH melakukan pembantaian di Sulawesi Selatan, Kapten Raymond Westerling dengan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) menyerang TNI di Bandung, Jawa Barat, pada 23 Januari 1950.
TNI mengejar komandan pasukan khusus Belanda itu, namun marinir Belanda melarikannya ke Malaya (kini, Singapura). Setelah singgah di beberapa negara, dia kemudian kembali ke Belanda. Dalam persembunyiannya, dia hidup pas-pasan, terlilit utang, sampai menawarkan diri jadi tentara bayaran. Uniknya, dia sempat menjadi penyanyi opera.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












