- 17 Sep 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
MUNGKIN suatu kebetulan jika bertahun kemudian, setelah petualangannya di Indonesia berakhir, Westerling mencoba peruntungannya jadi pemain opera. Lakon yang diperankannya pun menarik: Westerling jadi sosok perupa Cavaradossi, karakter yang mengalami korban penyiksaan. Sebuah peran yang berlawanan dengan lakon kehidupannya di masa perang.
Semua bermula pada 1956, ketika Westerling menginap di sebuah hotel di Den Haag. Menurut koran Utrechts Nieuwsblad edisi 24 Desember 1956, di tempat itulah dia mendengar pementasan paduan suara, yang membuat sang kapten begitu terkesan. Kemudian dia menemui pemimpin paduan suara Coen Ruivenkamp, yang juga terkenal sebagai zangpedagoog, guru menyanyi, khusus lagu-lagu seriosa atau opera. “Saya berharap banyak darinya. Dia adalah seorang tenor besar yang dramatis,” kata Coen kepada Utrechts Nieuwsblad.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












