top of page

Invasi Kelinci

Bagaimana mungkin makhluk yang tampak rapuh dan menggemaskan itu bisa menjadi ancaman nasional yang membikin pemerintah kalang kabut?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sekelompok pemburu di lokasi perkemahan memamerkan hasil tangkapan berupa kelinci dan ikan, tahun 1909. (Wikimedia Commons).

31 Mar
7 menit membaca

PEMANDANGAN yang menyambut mata para peternak domba di sejumlah wilayah di Selandia Baru, sungguh mengerikan. Padang rumput berubah menjadi hamparan tanah tandus. Rumput, tanaman herba, hingga kulit kayu pohon-pohon muda lenyap oleh kawanan kelinci bak “mesin penyedot”. Nyaris tak ada yang tersisa bagi domba-domba penghasil wol.


Produksi peternakan terkena dampaknya. Di Pulau Utara, suratkabar Poverty Bay Herald edisi 18 Desember 1922 melaporkan, jumlah domba berkurang drastis hampir 100.000 ekor di beberapa peternakan besar antara Taihape dan Hawke's Bay. Salah satu peternakan yang sebelumnya mampu memelihara 30.000 domba saat itu hanya menampung 8.000 ekor.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page