top of page

Ricuh di Rapat Koboy

Bagaimana situasi panas mengiringi terpilihnya Soedirman sebagai panglima pertama tentara Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rapat di Markas Besar Tentara Yogyakarta pada 12 November 1945. Foto: IPPHOS

5 Okt 2017
3 menit membaca

Dalam film Jenderal Soedirman (2015), digambarkan suasana rapat pemilihan panglima Tentara Keamanan Rakjat (TKR) pada 12 November 1945 berlangsung hangat. Namun sejatinya, situasi dalam rapat tersebut berlangsung kacau, tidak disiplin dan sangat panas. Menurut Mayor Jenderal Didi Kartasasmita, sejak awal pun sudah ada kesan bahwa rapat perwira itu tidak akan berjalan tertib. Laiknya para koboy, para peserta datang ke ruangan rapat dengan masing-masing menyandang pistol di pinggang. Belum lagi di antara mereka yang membawa samurai dan klewang.


“ Saya menyebutnya sebagai “rapat koboy-koboyan”, “ ujar Didi dalam biografinya: Pengabdian bagi Kemerdekaan karya Tatang Sumarsono.


Didi menyebut kekacauan itu terjadi justru disebabkan oleh kekurangtegasan Oerip yang menjadi pimpinan rapat. Namun dirinya paham jika Oerip tidak bisa mengendalikan para peserta rapat yang sama sekali sebagian besar masih asing bagi dirinya. “ Saya kira itu berhubung dengan situasi yang apabila tidak dihadapi secara bijaksana, malah akan tambah memanas,” ujar Didi.


Kesemrawutan semakin menjadi-jadi saat setiap orang yang tampil bicara di forum selalu diteriaki kata “jelek” lalu dipaksa untuk turun dari mimbar. Tak terkecuali, Menteri Pertahanan Suljodikusumo dipaksa untuk turun dari mimbar, walaupun ia belum selesai berpidato. “Pokoknya rapat itu jauh dari sikap kedisiplinan dari sebuah organisasi tentara,” kenang mantan Panglima Komandemen Jawa Barat tersebut.


Tiba pada sesi pemilihan Panglima Besar, suasana semakin riuh dan kacau. Setiap orang memaksakan diri untuk bicara di forum itu. Karena situasi demikian, atas usul Komandan Divisi V TKR Banyumas Kolonel Soedirman, maka rapat diskor selama beberapa saat. Namun begitu dimulai kembali, rapat ternyata langsung diambilalih oleh Kolonel Hollan Iskandar. “ Saya pikir sebagai seorang bekas anggota PETA, sejak semula Hollan memiliki visi untuk menjadikan Panglima Besar TKR datang dari kalangan PETA,” ujar Rushdy Hoesein.


Kecurigaan Rushdy berkelindan dengan analisa Salim Haji Said. Menurut pakar militer Indonesia tersebut, bukan rahasia lagi, jika kala itu para perwira TKR alumni PETA “mencurigai” Oerip sebagai pro Belanda. Mengutip hasil wawancara dirinya dengan Nasution, Said menyebut sesungguhnya telah terjadi “kudeta” terhadap Oerip dalam rapat itu. “ Pak Nas bilang ke saya: ia sangat mencurigai PETA-PETA itu sudah melakukan rapat gelap di luar sebelumnya,” ujar Said kepada Historia.


Di bawah pimpinan Hollan Iskandar maka proses pemilihan pun dilakukan lewat cara pemunggutan suara. Delapan kandidat pun bermunculan di papan tulis. Mereka adalah Sri Sultan Hamenkubuwono IX, Widjoyo Soeryokusumo, GPH Purbonegoro, Oerip Soemohardjo, Soedirman, Suryadarma, Pardi dan Nazir.


Selanjutnya, proses pemilihan dilakukan dengan hanya mengangkat dan mengacungkan tangan satu persatu, begitu nama para kandidat disebutkan oleh panitia. Lewat cara tersebut, sesi pemilihan berlangsung sampai tiga kali. Sesi pertama dua orang kandidat gugur. Berikutnya, dua orang kandidat gugur lagi. Barulah pada pemilihan yang ketiga, Soedirman unggul dengan 22 suara mengatasi perolehan Oerip yang hanya 21 suara.


Sejatinya, kemenangan Soedirman tak lepas dari peran Kolonel Muhamad Nuh yang menyumbangkan 6 suara. Saat diwawancarai oleh Noor Johan Nuh (yang tak lain adalah putra dari Muhamad Nuh), Nasution membenarkan bahwa suara wakil dari TKR Sumatera itu secara signifikan adalah penentu gagalnya Oerip menjadi Panglima Besar TKR.


“ Kolonel Muhammad Nuh hadir membawa surat dari Koordinator/ Organisator Tentara di Sumatra Dr. A.K. Gani yang menetapkan dirinya sebagai Kepala Staf Komandemen Sumatra,” ungkap Noor Johan dalam blog pribadinya.


Konfrensi ala koboy itu berakhir dengan disepakatinya Soedirman selaku Panglima Besar TKR, sedangkan Oerip Soemohardjo tetap duduk sebagai Kepala Staf Umum TKR. Menurut sejarawan Moehkardi, terpilihnya Soedirman tidak terlepas dari nama harumnya saat bersama pasukannya berhasil menghalau Inggris di Ambarawa dan Magelang beberapa bulan sebelum momen pemilihan Panglima Besar TKR itu berlangsung.


” Itu harus diakui, sedang nama Pak Oerip saat itu hanya populer di kalangan anggota TKR eks KNIL saja,” ungkap mantan dosen sejarah di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tersebut.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Arti penting Natuna menarik perhatian Raja Prancis Charles X. Mengirim ekspedisi untuk mengetahuinya lebih dalam.
Arti penting Natuna menarik perhatian Raja Prancis Charles X. Mengirim ekspedisi untuk mengetahuinya lebih dalam.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini.
Proses panjang RUU PKS. Bermula dari keresahan pada 2001, masih bergulir hingga kini.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Berada di antara lempeng Afrika, Eurasia, dan Arabia, Turki jadi salah satu negara yang sering dilanda gempa dahsyat sejak ribuan tahun lampau.
Berada di antara lempeng Afrika, Eurasia, dan Arabia, Turki jadi salah satu negara yang sering dilanda gempa dahsyat sejak ribuan tahun lampau.
transparant.png
bottom of page